Sri Mulyani: Masalah Administrasi Hambat Pengeluaran Anggaran COVID-19

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa beberapa masalah administrasi telah menghambat upaya pemerintah untuk mengucurkan dana anggaran COVID-19 dengan cepat, ketika para ekonom mendorong pemerintah untuk segera menyalurkan dana untuk menghindari memperlambat pemulihan ekonomi.

Sri Mulyani mengakui bahwa pengeluaran stimulus masih lambat untuk berdampak pada ekonomi karena tantangan operasional.

“Stimulus saat ini masih dalam tahap awal dan kami akan meningkatkan pencairan untuk mempercepat pengeluaran,” katanya, mendesak kementerian dan lembaga pemerintah untuk mempercepat pengeluaran dalam upaya meningkatkan ekonomi.

Pengeluaran anggaran COVID-19 untuk sektor kesehatan, misalnya, hanya di bawah 5 persen sejauh ini, tambahnya. Kementerian Kesehatan telah mengalami masalah dalam memverifikasi rumah sakit, nama dokter dan bidang tugas mereka, yang berarti bahwa tidak semua garis depan telah menerima insentif pemerintah, di antara masalah lainnya.

“Atas dasar itu, proses administrasi dan verifikasi tetap menjadi kendala dalam menyalurkan dana,” Sri Mulyani menekankan.

BACA JUGA: RUU Pemberantasan Kekerasan Seksual Akan Ditunda Lagi #SahkanRUUPKS

Dalam sebuah video yang dirilis pada hari Minggu oleh kantor persnya, Presiden Joko  Widodo menyoroti lambatnya pencairan anggaran respons COVID-19 pemerintah ketika ia meminta para menterinya untuk bekerja lebih keras untuk mempercepat implementasi kebijakan pandemi.

“Semua uang yang seharusnya untuk rakyat macet,” katanya, mengatakan kepada menterinya untuk mencairkan anggaran perawatan kesehatan dan program bantuan sosial yang sangat dinanti-nantikan dalam pidato yang sangat tidak biasa.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 695,2 triliun dari anggaran negara untuk mendanai perjuangannya melawan virus corona. Dana tersebut dialokasikan untuk memperkuat sistem perawatan kesehatan dan meningkatkan perekonomian selama penurunan ekonomi yang disebabkan oleh virus.

Menurut data Kementerian Keuangan, pemerintah hanya menghabiskan 4,68 persen dari Rp 87,5 triliun yang dialokasikan untuk sektor kesehatan, sementara pengeluaran untuk bantuan sosial mencapai 34,06 persen dari anggaran Rp 203,9 triliun.

Sementara itu, pemerintah juga telah menghabiskan 22,74 persen dari Rp 123,46 triliun yang dialokasikan untuk insentif bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) karena menempatkan Rp 30 triliun di bank-bank milik pemerintah untuk meningkatkan penyaluran pinjaman untuk bisnis.

Pemerintah juga telah menghabiskan 10,14 persen dari Rp 120,6 triliun yang dialokasikan untuk insentif pajak, dan 4 persen dari Rp 106,1 triliun yang dialokasikan untuk digunakan sebagai stimulus bagi pemerintah daerah.

“Kami akan melacak pengeluaran stimulus sehingga akan pergi ke mereka yang paling membutuhkan,” kata Sri Mulyani. “Ini bertujuan mengatasi dampak ekonomi dari pandemi dan karena itu kemungkinan pemulihan sosial ekonomi akan lebih besar.”

Para ekonom telah lama mendorong pemerintah untuk segera mencairkan dana yang dialokasikan karena berbagai data mengindikasikan melemahnya konsumsi swasta.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pada hari Rabu bahwa inflasi mencapai 1,96 persen tahun-ke-tahun (yoy) pada bulan Juni, level terendah 20-tahun dan di bawah kisaran target Bank Indonesia antara 2 dan 4 persen untuk tahun tersebut. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kepada wartawan bulan lalu bahwa inflasi yang rendah tahun ini disebabkan oleh daya beli yang lebih lemah karena pandemi yang mengekang permintaan konsumen.

BACA JUGA: Kunjungi Rusia, Prabowo Bicarakan Soal Jet Tempur Sukhoi

Sementara itu, penurunan impor di semua kategori barang lebih dari 40 persen di bulan Mei menunjukkan permintaan yang lebih rendah dan kegiatan manufaktur yang lebih lemah serta investasi.

“Otoritas fiskal harus lebih agresif dalam menghabiskan anggaran mereka untuk memulai ekonomi dalam waktu dekat,” ungkap ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, menambahkan bahwa pengeluaran pemerintah harus tumbuh dua digit tahun ini. untuk mencegah penurunan ekonomi yang lebih besar.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga mendesak pemerintah untuk mempercepat pengeluaran untuk meningkatkan perekonomian. Dia memperingatkan bahwa pencairan yang lambat mungkin menghambat pemulihan ekonomi.

Pemerintah memperkirakan ekonomi Indonesia akan menyusut 3,8 persen pada kuartal kedua tahun ini dan rebound di kuartal berikutnya ketika mulai membuka kembali perekonomian meskipun terjadi lonjakan kasus virus.

Berita Terkait

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Jenasah Reaktif Covid-19 Dikubur Masih Menggunakan Daster

Warnabiru.com - Sebuah foto jenasah viral di media sosial. Pasalnya foto jenasah reaktif Covid-19 itu terlihat menggunakan daster dengan posisi sudah di dalam peti...

Digitalisasi Pendidikan Tinggi akibat Pandemi COVID-19

Kira-kira dalam sepuluh tahun terakhir, dunia pendidikan tinggi di Indonesia disibukan dengan apa yang disebut dengan revolusi industri 4.0. Perguruan tinggi diharuskan bisa memanfaatkan...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Terkait Pelaporannya Hadi Pranoto Siap Gugat Balik Muannas Alaidi Sebesar 10 Miliar Dollar AS

Warnabiru.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas dugaan penyebaran berita bohong pasca...

Soal Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik

Warnabiru.com - Pelaku fetish kain jarik secara resmi ditangkap pihak kepolisian. GAN ditangkap di rumahnya yang terletak di Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten...

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Berita Pilihan

Metha Penjual Rumah yang Siap Dinikahi Pembelinya Bila Jodoh

Metha Kanzul (30) tengah viral karena dia menjual rumahnya yang berada di daerah Mesu, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Sekaligus siap dinikahi pembelinya. Wanita...

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Pelaku Order Fiktif Paket Parabola dan Pisang Satu Truk di Kendal Ditangkap

Warnabiru.com - Polisi berhasil menangkap pelaku order fiktif kepada korban yang bernama Titik (20). Perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu...

Setelah 12 Tahun Akhirnya Kedok TNI Gadungan Terbongkar di Medan

Warnabiru.com - Aksi TNI gadungan berinisial M (50) asal Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya terhenti. Setelah seorang petugas Babinsa...