RUU Pemberantasan Kekerasan Seksual Akan Ditunda Lagi #SahkanRUUPKS

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com – Aktivis dan korban yang mendukung RUU Pemberantasan Kekerasan Seksual (RUU PKS) telah meningkatkan kampanye online mereka untuk mendorong pengesahan RUU tersebut setelah Dewan Perwakilan Rakyat mengumumkan penundaan dalam pembahasan rancangan selama sekitar empat tahun.

Tagar #SahkanRUUPKS menjadi trending topic di Twitter dan telah mengambil alih diskusi di media sosial sejak Selasa (30/6).

Pada hari Selasa (30/6), Marwan Dasopang, wakil ketua Komisi VIII DPR, yang mengawasi urusan sosial, mengatakan ada rencana untuk mengeluarkan RUU tersebut dari daftar prioritas, karena pertimbangannya “terlalu rumit”.

Rencana tersebut menjadi resmi pada hari Rabu, saat rapat koordinasi Badan Legislasi DPR memutuskan untuk mengeluarkan RUU dari daftar prioritas.

Marwan mengatakan anggota parlemen masih terbagi atas RUU tersebut, seperti pada periode duduk sebelumnya. Karena itu, komisi membutuhkan lebih banyak waktu untuk melobi para pemimpin fraksi partai di DPR.

Untuk memenuhi target DPR, Marwan mengatakan, komisi harus meloloskan daftar prioritas pada Oktober 2020. “Namun, masih jauh untuk RUU kekerasan seksual, karena kita perlu mengadakan banyak dengar pendapat dengan anggota masyarakat. Kami tidak akan bisa pada bulan Oktober,” katanya.

BACA JUGA: Kunjungi Rusia, Prabowo Bicarakan Soal Jet Tempur Sukhoi

Marwan kemudian mengatakan bahwa komisi akan mengusulkan RUU sekali lagi untuk daftar prioritas 2021, mengutip masih dalam daftar yang belum selesai DPR.

Keputusan itu membuat marah para aktivis hak-hak perempuan dan korban pelecehan seksual yang telah berjuang selama bertahun-tahun untuk RUU tersebut.

“Kamu tahu apa yang sulit? Kesembuhan dari trauma menjadi korban kekerasan seksual. #SahkanRUUPKS,” pengguna akun Twitter @NurulDwiAstari tweeted pada hari Rabu. Nurul menggunakan tagar #SahkanRUUPKS (mengesahkan RUU pemberantasan kekerasan seksual) bersama dengan ribuan orang di media sosial untuk mengkritik keputusan DPR.

Di bawah hukum saat ini, korban pelecehan seksual di Indonesia tidak berhak atas bantuan apa pun dari pemerintah. Mereka harus menggunakan uang mereka sendiri jika ingin melalui proses hukum atau rehabilitasi. Oleh karena itu, RUU ini sangat penting untuk perlindungan dan kesejahteraan korban.

“Data ini bukan lelucon. Kehidupan wanita itu penting. Tidak ada pengecualian. #SahkanRUUPKS,” kata pengguna Twitter @aisyahirr di Twitter, melampirkan statistik mengerikan tentang kekerasan seksual di Indonesia yang direkam oleh Komisi Nasional untuk Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). Data menunjukkan bahwa kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan yang tercatat telah meningkat dari 348.446 pada 2017 menjadi 406.178 pada 2018 dan 431.471 pada 2019.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) menemukan bahwa kurang dari 5 persen dari kasus kekerasan seksual yang tercatat telah diproses secara hukum.

Organisasi dengan Koalisi untuk Ruang Publik Aman (KRPA), yang merupakan bagian dari tim kampanye RUU PKS, membuat meme dan video untuk memprotes keputusan DPR.

“Data tentang kekerasan seksual tersedia di mana-mana, ada peningkatan kekerasan seksual; apakah anggota DPR tidak malu untuk mengatakan bahwa ini ‘sulit’ bagi para korban? ” ungkap KRPA.

Rika Rosvianti, anggota koalisi KRPA mengatakan dia berharap kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran akan fakta bahwa perjuangan untuk RUU ini telah berlangsung selama bertahun-tahun.

BACA JUGA: HAM Desak Perlindungan Privasi Saat Lakukan Tracing COVID-19

“Keputusan yang dibuat oleh DPR ini tidak sensitif. Masalah kekerasan seksual harus menjadi prioritas saat ini, karena selama pandemi COVID-19, korban kekerasan seksual menjadi lebih rentan selama karantina,” kata Rika pada hari Rabu (1/7).

Pada Rabu sore, akun Instagram Dewan Perwakilan Rakyat @dpr-ri menunjukkan konferensi pers daring tentang penolakan DPR terhadap langkah Israel untuk mencaplok bagian dari Palestina. Namun, selama streaming langsung, akun itu dibanjiri dengan pesan dan komentar dari aktivis dan penyintas kekerasan seksual.

Ratusan pesan menggunakan tagar #SahkanRUUPKS mengecam akun Instagram tersebut, menuntut para anggota untuk fokus terlebih dahulu pada apa yang terjadi di negara ini dan secara serius memperjuangkan hak-hak korban kekerasan seksual.

Berita Terkait

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Terkait Pelaporannya Hadi Pranoto Siap Gugat Balik Muannas Alaidi Sebesar 10 Miliar Dollar AS

Warnabiru.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas dugaan penyebaran berita bohong pasca...

Soal Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik

Warnabiru.com - Pelaku fetish kain jarik secara resmi ditangkap pihak kepolisian. GAN ditangkap di rumahnya yang terletak di Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten...

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Berita Pilihan

Metha Penjual Rumah yang Siap Dinikahi Pembelinya Bila Jodoh

Metha Kanzul (30) tengah viral karena dia menjual rumahnya yang berada di daerah Mesu, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Sekaligus siap dinikahi pembelinya. Wanita...

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Pelaku Order Fiktif Paket Parabola dan Pisang Satu Truk di Kendal Ditangkap

Warnabiru.com - Polisi berhasil menangkap pelaku order fiktif kepada korban yang bernama Titik (20). Perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu...

Setelah 12 Tahun Akhirnya Kedok TNI Gadungan Terbongkar di Medan

Warnabiru.com - Aksi TNI gadungan berinisial M (50) asal Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya terhenti. Setelah seorang petugas Babinsa...