Kunjungi Rusia, Prabowo Bicarakan Soal Jet Tempur Sukhoi

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com – Kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru-baru ini ke Rusia adalah untuk menghadiri parade militer Hari Kemenangan dan menyoroti kedalaman kerja sama di sektor pertahanan antara kedua negara meskipun tidak ada kemajuan dalam rencana Indonesia untuk pengadaan jet tempur Sukhoi Rusia.

Pekan lalu, Prabowo juga sempat pergi ke Moskow untuk mengadakan pembicaraan dengan Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin.

Kunjungan terakhir Prabowo ke Moskow adalah yang kedua dalam waktu kurang dari enam bulan, setelah perjalanan pada 28 Januari, ketika ia bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoygu.

Analis pertahanan mengatakan kunjungan terakhir Prabowo ke Moskow adalah puncak dari kampanye dua tahun dari Kementerian Pertahanan Indonesia untuk menawarkan kemitraan strategis dalam industri pertahanan antara kedua negara, yang secara bertahap dibuka untuk ide pertemuan Kerjasama Teknik Militer (MTC) 2019.

Analis Curie Maharani Savitri dari BINUS University mengatakan kunjungan terakhir Prabowo menandai perubahan sifat kemitraan pertahanan kedua negara, yang dimulai pada tahun 2003.

“Indonesia telah berinvestasi dalam hubungan bilateral dengan Rusia sejak masa presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2003,” kata Curie. “Hubungan berkembang, dari peran awal Indonesia sebagai pembeli sistem senjata utama Rusia; sekarang Rusia telah membuka diri untuk prospek kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia.” katanya.

BACA JUGA: HAM Desak Perlindungan Privasi Saat Lakukan Tracing COVID-19

Pivot Rusia dalam kemitraan pertahanan dengan Indonesia adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk meningkatkan hubungannya dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang sejauh ini hanya dilihat sebagai konsumen dari sistem senjata utamanya, kata Curie.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan Januari dengan Prabowo, Menteri Pertahanan Shoygu menganggap Indonesia sebagai mitra utama di wilayah tersebut.

“Kami menganggap Indonesia sebagai salah satu mitra terpenting Rusia di kawasan Asia-Pasifik. Kerjasama dengan Indonesia secara tradisional didasarkan pada persahabatan dan rasa saling percaya. Kami mencatat bahwa ada prasyarat untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat kemitraan strategis,” kata Shoygu dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Dalam pernyataan itu, Shoygu menyatakan harapan bahwa deklarasi tentang kemitraan strategis dapat ditandatangani antara kedua negara tahun ini.

Terlepas dari itu, masih ada pertanyaan tentang kemajuan dalam kesepakatan US $ 1,14 miliar yang ditandatangani pada 2018 untuk pembelian 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 Indonesia dari Rusia sebagai bagian dari modernisasi sektor pertahanan yang sebelumnya.

Sejumlah faktor, termasuk pemfokusan kembali anggaran untuk mengatasi pandemi COVID-19 serta ketidakpastian atas reaksi Amerika Serikat terhadap pembelian semacam itu, mungkin menjadi batu sandungan dalam menyelesaikan kesepakatan Sukhoi.

The Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), disahkan di AS pada tahun 2017, menetapkan hukuman ekonomi bagi mitranya yang melakukan bisnis dengan Rusia.

“Belum ada kejelasan apakah Indonesia akan mendapatkan keringanan (CAATSA), apakah Menteri Pertahanan Prabowo telah melobi AS atau akan menunggu sampai setelah pemilihan AS mendatang,” kata Curie.

Gagasan pengabaian CAATSA telah melayang sejak 2018, ketika Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan ketentuan semacam itu akan memungkinkan mitra AS untuk memiliki kemitraan yang lebih dekat dengan negara adidaya dan membantu mereka beralih dari ketergantungan mereka pada Rusia dalam hal militer dan pengadaan senjata.

BACA JUGA: Alasan Mengapa Jawa Timur Menjadi Episentrum COVID-19

Analis pertahanan Dewi Fortuna Anwar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan kunjungan Prabowo baru-baru ini ke Moskow menyoroti tujuan Indonesia untuk mendiversifikasi sumber-sumber persenjataannya untuk mengurangi ketergantungannya pada satu pabrik.

Dewi mengatakan bahwa Indonesia membayar mahal ketika AS memberlakukan embargo senjata terhadap Indonesia pada tahun 1999.

“Setelah embargo militer dari AS dan setelah kekerasan pasca-referendum di Timor Timur, komitmen baru pemerintah adalah untuk mendiversifikasi sumber pengadaan sistem persenjataan utama,” kata Dewi.

Berita Terkait

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Terkait Pelaporannya Hadi Pranoto Siap Gugat Balik Muannas Alaidi Sebesar 10 Miliar Dollar AS

Warnabiru.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas dugaan penyebaran berita bohong pasca...

Soal Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik

Warnabiru.com - Pelaku fetish kain jarik secara resmi ditangkap pihak kepolisian. GAN ditangkap di rumahnya yang terletak di Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten...

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Berita Pilihan

Metha Penjual Rumah yang Siap Dinikahi Pembelinya Bila Jodoh

Metha Kanzul (30) tengah viral karena dia menjual rumahnya yang berada di daerah Mesu, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Sekaligus siap dinikahi pembelinya. Wanita...

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Pelaku Order Fiktif Paket Parabola dan Pisang Satu Truk di Kendal Ditangkap

Warnabiru.com - Polisi berhasil menangkap pelaku order fiktif kepada korban yang bernama Titik (20). Perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu...

Setelah 12 Tahun Akhirnya Kedok TNI Gadungan Terbongkar di Medan

Warnabiru.com - Aksi TNI gadungan berinisial M (50) asal Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya terhenti. Setelah seorang petugas Babinsa...