10 Keuntungan Investasi Properti yang Menggiurkan

0

Terdapat banyak alasan mengapa properti bisa jadi investasi terbaik. Pelajari 10 keuntungan investasi properti, termasuk nilai tambah dan daya ungkit properti.

Keuntungan investasi properti sangat menarik. Selain dapat menyelamatkan harta dari gerusan inflasi, Anda dapat menjadi investor pasif yang meraih pendapatan dari hasil sewa properti. Anda juga tidak perlu sering-sering melakukan perawatan properti, hanya perlu pengecekan satu kali dalam sebulan.

Sayangnya, banyak orang yang terhambat untuk melakukan investasi di sektor ini karena modal yang dibutuhkan sangat besar. Setidaknya Anda harus mengantongi dana ratusan juta hingga miliaran rupiah. Namun, modal yang dikeluarkan setara dengan keuntungan yang Anda dapatkan, antara lain:

1. Dapat dijadikan agunan

Properti Anda dapat dijadikan jaminan saat mengajukan peminjaman ke bank. Properti merupakan jaminan yang paling solid. Bahkan, bank tidak segan meminjamkan uang hingga 80% dari nilai agunan di beberapa negara.

Agar keuntungan maksimal, jangan gunakan hasil pinjaman untuk kebutuhan konsumtif. Luangkan dana yang Anda miliki untuk kebutuhan produktif. Contohnya, gunakan hasil pinjaman tersebut untuk membeli properti lain. Pastikan Anda sudah menghitung besarnya modal yang dibutuhkan, berapa lama akan balik modal, keuntungan yang akan didapat, dan lainnya.

2. Keuntungan meningkat dari tahun ke tahun

Keuntungan investasi properti adalah dapat memenuhi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Contoh memenuhi kebutuhan jangka pendek adalah Anda mendapatkan pendapatan uang sewa dari setiap periode (cash flow) jika mengontrakkan properti Anda. Pendapatan dari biaya sewa tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek seperti kebutuhan makan, pakaian, dan lainnya.

Sedangkan contoh memenuhi kebutuhan jangka panjang adalah Anda dapat memenuhi kehidupan setelah pensiun. Anda akan mendapat keuntungan (capital gain) secara signifikan jika Anda menjual properti dalam waktu yang lama.

3. Rendah risiko

Investasi di sektor properti memiliki pergerakan nilai yang tidak seekstrem saham. Tingat risiko investasi di sektor ini terbilang rendah. Oleh karena itu, investasi ini sangat cocok untuk Anda yang memiliki profil risiko konservatif atau moderat.

4. Melindungi harta dari inflasi

Kenaikan harga properti jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi setiap tahunnya. Adapun rata-rata peningkatan harga properti senilai 8%-10% setiap tahunnya. Oleh karena itu, investasi ini merupakan cara yang tepat untuk menyelamatkan harta Anda.

5. Anda bisa mengontrol investasi Anda

Anda memiliki kendali penuh terhadap properti. Anda dapat memilih jenis properti yang diinginkan, kepada siapa properti disewakan, berapa harganya, bagaimana Anda mengatur dan membangun properti, hingga mengontrol biaya pengeluaran.

Ini berbeda dengan investasi lain seperti reksa dana. Meski Anda bisa memilih produk reksa dana, kapan membeli dan menjualnya, tetapi investasi Anda tetap dikelola oleh orang lain yaitu manajer investasi.

6. Memiliki daya ungkit

Investasi di sektor properti memiliki daya ungkit yang tinggi. Misalnya, jika Anda memiliki modal Rp100 juta, maka Anda bisa membeli properti seharga Rp500 juta. Kekurangan tersebut bisa ditutup dengan meminjam uang dari bank. Berbeda dengan reksa dana, Anda hanya bisa membeli sesuai dengan modal yang dimiliki.

7. Memiliki nilai tambah

Anda bisa meningkatkan nilai tambah (added value) pada investasi di sektor ini dengan cara melakukan pengembangan bangunan. Misalnya, membuat bangunan dengan arsitektur yang indah. Selain itu, lokasi yang strategis dan fasilitas yang baik di sekitar properti juga dapat meningkatkan nilai tambah.

8. Meningkatnya nilai tanah

Tanah menjadi keuntungan lain dari investasi properti. Jumlah tanah tidak akan bertambah, sementara jumlah manusia akan terus bertambah. Maka tidak heran jika harga tanah terus naik dari tahun ke tahun.

9. Permintaan properti tidak pernah habis

Selain melirik rumah sebagai investasi, Anda bisa melirik properti komersial seperti rumah toko (ruko). Ruko banyak diminati oleh investor. Para investor menggunakan ruko untuk disewakan atau dipakai sendiri. Biasanya ruko digunakan untuk usaha food and beverage dan perkantoran.

10. Terlihat secara fisik

Investasi terbagi dalam dua jenis, yaitu aset rill (fisik) dan aset non-rill (keuangan/finansial). Investasi fisik memiliki wujud dan dapat dilihat, seperti properti, tanah, dan emas. Sedangkan non-fisik tidak memiliki wujud, seperti valuta asing, obligasi, reksa dana, dan saham.

Aset fisik memberi rasa aman pada investor karena mudah untuk diawasi. Contohnya, Anda bisa memperbaiki rumah sesegera mungkin jika ada kerusakan. Anda dapat mencgah kerusakan yang lebih besar dan bisa membuat harga rumah turun.

Terdapat alternatif investasi properti yang hanya membutuhkan modal kecil. Ada beberapa perusahaan yang menawarkan investasi properti dengan cara crowdfunding. Perusahaan tersebut akan mengumpulkan dana dari puluhan investor untuk membeli satu unit properti. Dana yang sudah terkumpul akan dipakai untuk membeli properti untuk dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Tergiur dengan keuntungan investasi properti? Yuk, mulai investasi properti selagi muda. Jika Anda belum memiliki modal cukup dan berencana mengajukan pinjaman ke bank, ikuti tips WarnaBiru; pastikan diri Anda tidak pernah telat membayar cicilan lainnya. Ini bertujuan agar Anda tidak masuk ke daftar hitam Bank Indonesia dan pihak bank menyetujui permohonan KPR dengan mudah.

 

Tinggalkan Balasan