Wuhan Khawatir Akan Munculnya Kembali Kasus COVID-19, Saat Adakan Tes yang Memicu Kerumunan

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com – Ketika Wuhan mengadakan tes virus corona secara besar-besaran, beberapa warga memadati setiap pusat-pusat tes yang menggelar pengujian tersebut. Masyarakat sekitar mengaku prihatin akan situasi tersebut, pasalnya hal itu dapat menimbulkan resiko munculnya kembali kasus COVID-19 di masyarakat.

Keselamatan telah menjadi topik hangat di berbagai media sosial kota Wuhan, kata seseorang yang mengikuti tes massal tersebut yang menyebabkan terjadi kerumunan di berbagai klinik. Namun, sebagian masyarakat kota Wuhan mengatakan bahwa mereka mendukung gerakan sukarela.

Otoritas Kesehatan Wuhan kembali melakukan tindakan tegas setelah adanya konfirmasi tentang adanya temuan kasus baru virus corona pada akhir pekan lalu. Kasus baru ini muncul pertama kali sejak pemerintah mencabut kebijakan lockdown pada 8 april.

Semua kasus baru COVID-19 yang muncul itu terjadi pada orang yang tidak menunjukkan gejala, yang mendorong otoritas kesehatan Wuhan untuk meluncurkan program pencarian diseluruh kota terhadap orang yang diduga membawa virus tanpa menunjukkan adanya suatu gejala, dengan tujuan untuk mengetahui tingkat resiko atas COVID-19.

BACA JUGA: Nasihat Resmi Belanda : Sebaiknya Pria dan Wanita Lajang Cari “Teman Khusus” Selama Lockdown

Meskipun bioskop dan beberapa restoran Wuhan tetap tertutup guna membatasi pertemuan dalam skala besar, program tes itu mengharuskan orang untuk menunggu dalam antrian panjang, dan kadang-kadang terlihat berantakan.

“Beberapa orang menyatakan khawatir mengenai tes ini, yang mengharuskan orang harus berkerumun, yang dikhawatirkan beresiko timbulnya infeksi baru,” ujar salah satu warga Wuhan yang enggan disebutkan namanya.

“Tapi banyak juga yang membantah kekhawatiran itu, mereka berpendapat jika komentar seperti itu tidak mendukung upaya pemerintah,” tambahnya.

Para ahli mengatakan, bahwa skala pengujian yang belum pernah terjadi sebelumnya menunjukkan tingkat kekhawatiran resmi. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa ini adalah program yang sangat mahal dan efektifitasnya menimbulkan pertanyaan.

Di salah satu lokasi program tes yang diadakan disamping ruas jalan yang sibuk, distrik Jianghan, pusat kota Wuhan. Seorang sukarelawan berpatroli dan menyemprotan disinfektan untuk orang yang berada di antrian panjang.

Banyak orang yang mengamati tentang jarak sosial. Seperti antrian yang harus menjaga jarak setidaknya satu meter, dan terdapat rambu-rambu disekitar mereka. Namun, banyak juga yang tidak seperti demikian. Dalam beberapa kasus, pekerja sukarela tidak memaksa orang yang antri untuk mematuhi.

Ditempat lain, dilakukan tes swab. Garis kuning dan hitam terpasang ditanah untuk memberikan jarak agar peserta tes tidak berkerumun. Tetapi , dibelakang antrian panjang terdapat sekitar 40 orang berkerumun tanpa adanya penegakan dari petugas atau sukarelawan.

Warga mengatakan, pihak yang berwenang belum memberitahu mereka kapan hasil dari tes akan diumumkan.

Untuk mengatasi adanya peningkatan pekerjaan dalam program tes tersebut, banyak rumah sakit di kota Wuhan diminta untuk mengatur tentang poin dari tes, dan lembaga-lembaga lain turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program, ungkap salah satu dokter yang terlibat dalam program tes tersebut.

“Kami sekarang bekerja 24 jam dalam sehari, dan kami ada banyak tekanan,” kata dia.

China telah mengkonfirmasi jumlah kasus pada hari jumat, 82.941 kasus positif , dan 4.633 jumlah kasus kematian. Pemerintah tidak memasukkan jumlah kasus bagi pasien tanpa gejala dalam laporan resmi, dan juga tidak menerbitkan jumlah kumulatif setiap kasus tanpa gejala.

BACA JUGA: Kasus Melonjak, Moscow Luncurkan Program Tes Massal Antibodi Virus Corona

Juru Bicara Komisi Kesehatan Nasional, Mi Feng mengatakan kepada wartawan, 194 orang tanpa gejala dikonfirmasi pada pertengahan mei, turun 62 persen dibanding paruh kedua april.

 

FB Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Otto Hasibuan Gugat Djoko Tjandra Terkait Pembayaran Utang Imbalan Jasa

Warnabiru.com - Pengacara kenamaan Otto Hasibuan menggugat terdakwa hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Soegiarto alias Djoko Tjandra, terkait pembayaran...

Ahok Resmi Cabut Laporan Penghinaan Dirinya di Polda Metro Jaya

Warnabiru.com - Pasca konsultasi terkait rencana pencabutan laporan penghinaan dirinya di Polda Metro Jaya pada Jumat, 25 September 2020. Akhirnya Basuki Thahaja Purnama atau...

Gubernur Jateng dan Menko Polhukam Kritik Konser Dangdut yang Digelar Wakil Ketua DPRD Tegal

Warnabiru.com - Pasca viralnya acara dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Tegal, Wasmad Edi Susilo. Dengan lokasi di Lapangan Tegal Selatan, Tegal, Jawa Tengah,...

EFL Cup 2020/21: Preview dan Prediksi Tottenham vs Chelsea

Pertandingan Carabao Musim 2020/21 Putaran Seperdelapan Final antara Tottenham Hotspur dengan Chelsea akan berlangsung pada hari Rabu 30 September 2020 pukul 01.45 WIB -...

Kondisi Parti Liyani, TKW Asal Nganjuk yang Kalahkan Bos BUMN Malaysia di Pengadilan

Warnabiru.com - Setelah berhasil mematahkan tuduhan pencurian yang dialamatkan kepada dirinya. Parti Liani seorang TKW asal Nganjuk mengaku tidak ingin kembali ke Singapura.Namanya terkenal...

Berita Pilihan

Liga Primer 2020/21: Preview dan Prediksi Manchester City vs Leicester City

Pertandingan Liga Primer musim 2020/21 pekan ke-3 antara Manchester City dengan Leicester City akan berlangsung pada hari Minggu 27 September 20 pukul 23.30 WIB...

Ahok Resmi Cabut Laporan Penghinaan Dirinya di Polda Metro Jaya

Warnabiru.com - Pasca konsultasi terkait rencana pencabutan laporan penghinaan dirinya di Polda Metro Jaya pada Jumat, 25 September 2020. Akhirnya Basuki Thahaja Purnama atau...

Jaksa Pinangki Dijerat Pasal Pemufakatan Jahat Hingga Tindak Pidana Pencucian Uang

Warnabiru.com - Kasus suap buron Djoko Tjandra memasuk babak baru. Yakni pembacaan surat dakwaan untuk Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang diduga menerima uang sebesar...

Ustad Abdul Somad Dijaga Saat Ceramah di Lampung Pasca Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Warnabiru.com - Dalam sebuah ceramah yang diisi oleh Ustad Abdul Somad (UAS) terlihat dirinya dijaga personil TNI. Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Kabid...