Pembebasan Bersyarat John Kei Dicabut Atas Tuduhan Tersangka Pembunuhan

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com - Dewan Pemasyarakatan Bogor (Bapas) telah membatalkan pembebasan bersyarat bagi John Refra Kei alias John Kei setelah penangkapannya baru-baru ini karena dugaan keterlibatan dalam serangan kekerasan dan pembunuhan berencana.

Rika Aprianti selaku juru bicara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa dewan yang telah mengawasi John selama pembebasan bersyaratnya, telah berkoordinasi dengan unit kejahatan dan kekerasan Polda Metro Jaya sejak hari Minggu,

Pada hari Rabu (24/6), setelah penyidik ​​Polda Metro Jaya menyelesaikan laporan investigasinya (BAP), Dewan Pemasyarakatan Bogor telah menyelesaikan laporannya sendiri tentang John sebagai klien pembebasan bersyarat mereka.

Keesokan harinya, tim pengawas dewan mengadakan sidang untuk membahas kasus John dan menemukan bahwa John telah melanggar pembebasan bersyaratnya dengan ditunjuk sebagai tersangka kejahatan.

"Tim merekomendasikan pembebasan bersyaratnya dicabut," kata Rika, Sabtu (27/6).

Keputusan sementara tentang pencabutan pembebasan bersyarat telah dikeluarkan oleh kepala Dewan Pemasyarakatan Bogor dengan langkah terakhir prosedur yang akan datang dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

BACA JUGA: Pemda Sultra Tetap Ijinkan 500 Pekerja Cina Untuk Proyek Strategis

John menjalani hukuman 16 tahun penjara atas pembunuhan direktur utama PT Sanex Steel Indonesia Tan Harry Tantono pada 2013.

Dia ditangkap oleh Polisi Jakarta pada hari Minggu, sekitar enam bulan setelah diberikan pembebasan bersyarat pada bulan Desember. Terkenal di ibu kota di masa lalu, ia ditetapkan sebagai tersangka karena mendalangi serangan dan merencanakan pembunuhan terhadap pamannya, Nus Rumatora alias Nus Kei. Kasus tersebut diduga berpusat pada biaya penjualan tanah antara kelompok Nus dan John.

Dalam dua serangan terpisah, dua orang terluka dan satu orang, anggota kelompok Nus, meninggal karena luka tusuk. Sebanyak 35 orang, termasuk John, telah ditangkap dan menunjuk tersangka dalam kasus ini.

Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan John Kei ditangkap pada hari Minggu bersama dengan 24 anak buahnya di rumahnya di Jl. Tytyan Indah Utama X pada jam 8:15 malam.

Orang-orang itu dituduh terlibat dalam dua serangan terpisah di Tangerang, Banten, dan Jakarta Barat.

Kepala Kepolisian Daerah Jakarta Insp. Jenderal Nana Sudjana mengatakan John diduga memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Nus Kei dan anggota gengnya, yang diidentifikasi sebagai ER, karena perbedaan dari penjualan tanah.

Perintah itu terungkap ketika simpatisan memeriksa ponsel salah seorang anak buahnya. John juga diduga mengirim pesan ancaman sebelum serangan itu.

“Setelah memeriksa ponsel pelaku, kami menemukan perintah dari John Kei kepada anak buahnya. Ada indikasi rencana untuk membunuh Nus Kei dan UGD,” kata Nana dalam konferensi pers.

ER meninggal setelah ditusuk oleh senjata tajam dalam serangan di Kosambi, Cengkareng di Jakarta Barat pada hari Minggu.

“Kelompok John Kei, yang terdiri dari lima hingga tujuh orang, diduga menyerang kelompok Nus Kei di Kosambi, Jakarta Barat. Satu orang, yang diidentifikasi sebagai ER, meninggal karena luka tusuk ke beberapa bagian tubuh,” kata Nana.

Pada hari yang sama, kelompok itu juga diduga menyerang sebuah daerah di Green Lake City di Tangerang, di mana dua orang dilaporkan terluka. Beberapa anggota kelompok itu diduga terlibat dalam insiden penembakan di kompleks perumahan.

Selama penggerebekan di rumah John, polisi menyita 28 tombak, 24 senjata tajam, dua panah, dua tongkat bisbol, dan 17 ponsel.

John dibebaskan pada Desember 2019 dengan pembebasan bersyarat setelah menyelesaikan dua pertiga dari 12 tahun hukumannya setelah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2012 atas pembunuhan mantan direktur PT Sanex Steel Tan Harry Tantono, yang juga dikenal sebagai Ayung. Korban ditemukan tewas di sebuah kamar di Swiss-Belhotel di distrik Sawah Besar, Jakarta Pusat pada 26 Januari 2012.

BACA JUGA: Enam Perusahaan Teknologi Akan "Ditodong" Pajak Penghasilan

John Kei dikatakan telah melanggar Pasal 340 sehubungan dengan Pasal 55 KUHP. Dia pernah mengajukan banding tetapi Mahkamah Agung meningkatkan hukumannya menjadi 16 tahun.

Setelah diberikan remisi, ia diharapkan akan dibebaskan pada tahun 2025, tetapi dilaporkan telah memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat sejak Desember tahun lalu.

Menanggapi insiden itu, Rika Aprianti, juru bicara Direktorat Jenderal Koreksi Hukum dan Hak Asasi Manusia menegaskan bahwa John Kei telah dibebaskan bersyarat sejak Desember, di mana ia diawasi di bawah arahan departemen fasilitas pemasyarakatan kementerian.

Berita Terkait

MRT Jakarta Percepat Proyek Pembangunan di Tiga Titik

Warnabiru.com - Sebagai ibu kota yang terkenal di seluruh dunia karena masalah lalu lintasnya, Jakarta telah berupaya mengalihkan perkembangannya ke model mobilitas perkotaan yang...

Kasus COVID-19 di Jakarta Belum Melambat Meskipun Faskes Ditingkatkan

Warnabiru.com - Munculnya kasus COVID-19 baru di Jakarta, pusat wabah nasional pertama, tidak menunjukkan tanda-tanda melambat meskipun ada klaim bahwa ibukota jauh lebih siap...

Kejaksaan Agung Tetapkan 13 Perusahaan Tersangka Kasus Jiwasraya

Warnabiru.com - Setelah sekitar enam bulan penyelidikan, Kejaksaan Agung telah menunjuk 13 perusahaan pengelola aset dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kasus dugaan...

IPW Menghembuskan 8 Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis

Indonesia Police Watch (IPW) menghembuskan nama-nama jenderal yang masuk ke dalam bursa calon Kapolri berikutnya. Terdapat 8 nama yang dibeberkan berpotensi jadi...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Warnabiru.com - Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites...

Beberapa Sekolah Sudah Memulai Tahun Ajaran Baru

Warnabiru.com - Setelah berbulan-bulan belajar dari rumah, siswa di beberapa daerah Indonesia kembali ke sekolah pada hari Senin sesuai dengan apa yang disebut protokol...

Selain Hakim di Aceh yang Dianiaya, Sederet Hakim Ini Juga Bernasib Sama

Seorang pria berinisial MUS ditahan Polres Aceh Timur karena melakukan pemukulan terhadap Hakim Mahkamah Syari'ah Idi, Salamat Nasution. Dalam laporan bernomir LP/79/Yan.1.6/VII/2020/SPKT tanggal 7...

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

2024, BP Tapera Akan Kelola Rp60 T Fokuskan Lembaga Pemerintah

Warnabiru.com - Badan pengelola program tabungan perumahan umum (BP Tapera) memperkirakan bahwa mereka akan mengumpulkan dan mengelola Rp60 triliun pada tahun 2024, sebagian besar...

Berita Pilihan

Selain Dilarang Berpakaian Ketat Ini Syariat Islam yang Diterapkan di Aceh

Warnabiru.com - Media sosial di Aceh dihebohkan dengan foto - foto dan video 10 perempuan berbaju seksi tengah bergowes ria berkeliling Kota Banda Aceh....

Para Konsumen yang Merasa Diketok Harga Oleh Pedagang

Warnabiru.com - Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus...

Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Tokopedia tengah menjadi sorotan karena pada Mei 2020 forum peretas Raidforums mengaku memiliki data 91 juta penggunanya. Tidak hanya itu data vital itu dijual...

Sama - Sama Berkuasa Lama Seperti Putin, Para Presiden Ini Bernasib Tragis

Warnabiru.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi berkuasa hingga 16 tahun lagi atau sampai tahun 2036. Hal itu dikonstitusionalkan secara legal lewat referendum...