Yuk, Cari Tahu Cara Menghitung Bunga Deposito!

0

Tahukah Anda apa instrumen investasi yang begitu dikenal oleh masyarakat Indonesia? Jawabannya adalah deposito. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019 menyebutkan lebih dari 70% masyarakat Indonesia menempatkan uangnya dalam bentuk simpanan, termasuk deposito.

Deposito adalah produk perbankan tempat nasabah menyimpan uang namun tidak bisa ditarik kapan saja seperti tabungan biasa. Deposito memiliki masa tenor tertentu dan nasabah akan dikenakan penalti jika menarik sebelum masanya.

Banyak investor pasif yang menggemari instrumen investasi ini karena memiliki tingkat bunga yang datar dan risiko yang sangat kecil. Sayangnya, banyak orang yang belum mengetahui cara menghitung bunga deposito. Lantas, bagaimana caranya?

Kebijakan deposito

Setiap bank memiliki kebijakan dalam menetapkan setoran minimal yang berbeda-beda. Ada yang menetapkan dana minimal sebesar Rp8-10 juta, dan ada juga yang menetapkan hanya Rp1 juta saja.

Tenor yang ditawarkan juga beragam, yaitu 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan. Jika Anda memilih tenor yang lama jangka waktunya, maka Anda akan mendapatkan bunga yang relatif lebih tinggi.

Deposito memiliki dua sistem yaitu Automatic Roll Over (ARO) dan Non-Automatic Roll Over (Non-ARO). Jika Anda memilih ARO, maka tenor Anda akan otomatis diperpanjang setelah jatuh tempo selama dananya belum dicairkan. Sedangkan jika Anda memilih NON-ARO, maka dana deposito Anda tidak akan bertambah karena tidak adanya bunga deposito akibat tidak diperpanjang.

Faktor lain yang membuat orang memilih deposito adalah instrumen investasi ini dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Artinya, jika bank tempat Anda menabung dicabut izin usahanya oleh otoritas, mengalami kebangkrutan, atau terjadi krisis, maka tabungan Anda tidak akan hilang. Namun, pastikan deposito Anda tidak melebihi batas jaminan LPS, yaitu Rp2 miliar dan bunga deposito tidak melebihi suku bunga penjaminan.

Cara menghitung bunga deposito

Bunga deposito naik dan turun karena dipengaruhi oleh bunga acuan Bank Indonesia (BI). Jika bunga acuan BI naik, maka bunga deposito akan naik. Sebaliknya, jika bunga acuan BI turun, maka bunga deposito akan turun.

Misalnya Anda memiliki simpanan deposito sebesar Rp10 juta dengan tingkat bunga 5% per tahun. Lalu, berapakah pendapatan bunga per bulannya?

Rumus menghitung bunga deposito adalah “jumlah uang x jumlah hari dalam satu bulan x bunga per tahun x pajak : jumlah hari dalam setahun”. Maka, bunga deposito yang Anda dapatkan setiap bulan adalah Rp10.000.000 x 30 x 5% x 80% : 365 = Rp32.877.

Sesuai dengan PP 131 Tahun 2000, dana deposito di atas Rp7,5 juta dikenai Pajak Penghasilan (Pph) sebesar 20%. Maka, keuntungan yang Anda dapatkan adalah 80%. Jika Anda memiliki tabungan deposito di bawah Rp7,5 juta, Anda tidak akan mendapat pajak 20%, sehingga perhitungan bunga per bulannya tidak dikenai pajak deposito.

Misalnya Anda memiliki tabungan Rp5 juta dan mengambil dengan tingkat bunga 5% per tahun. Maka cara menghitungnya adalah “jumlah uang x jumlah hari dalam satu bulan x bunga per tahun : jumlah hari dalam setahun” atau Rp5.000.000 x 30 x 5% : 365 = Rp20.547 per bulan.

Cermati kelebihan dan kekurangan deposito

Setiap instrumen investasi memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, termasuk deposito. Sebelum memilih produk perbankan ini, WarnaBiru akan memaparkan keuntungan dan kerugiannya untuk Anda.

Keuntungan:

  • Bunga deposito lebih besar dari bunga tabungan. Selain itu juga Anda memiliki pendapatan tetap dari bunga setiap tenor. Semakin tinggi dana deposito Anda, maka semakin tinggi pendapatan tetap yang didapatkan.
  • Memiliki risiko yang sangat kecil karena tidak dipengaruhi oleh pergerakan pasar. Sistem pengelolaannya juga sudah ditetapkan dan tidak berubah sewaktu-waktu.
  • LPS menjamin dana Anda, asalkan tidak melebihi jaminan simpanan Rp2 miliar.
  • Bunga deposito dapat diprediksi. Artinya, jika suku bunga jatuh, naik dan turun, Anda tetap mendapatkan bunga yang sama sesuai dengan yang disetujui di awal.
  • Terdapat potensi pendapatan reguler, yaitu Anda mendapatkan uang hasil dari bunga deposito Anda. Anda dapat hidup dari bunga deposito tanpa perlu mengambil deposito tersebut.

Kekurangan:

  • Return deposito masih kalah besar jika dibandingkan dengan reksa dana dan saham. Jika Anda bertujuan untuk menaikkan kekayaan secara siginifikan, maka instrumen investasi ini tidak tepat.
  • Bunga deposito masih belum bisa mengalahkan inflasi.
  • Dana dikelola oleh bank, sehingga Anda tidak terlibat langsung dalam pengelolaan dana tersebut. Akibatnya, Anda tidak mendapatkan seluruh keuntungan karena harus membayar biaya pengelolaan dan pajak.

Pilih sesuai keinginan dan kebutuhan

Deposito sangat tepat bagi Anda yang memiliki tujuan investasi jangka menengah dan panjang. Aturan penarikan yang kaku akan membuat Anda aman dari godaan penarikan tunai. Dana Anda akan aman dan tujuan investasi Anda bisa tercapai.

Setelah mengetahui cara menghitung bunga deposito dan bisa memperkirakan penghasilan yang Anda dapat setiap bulannya, kini Anda bisa memilih sejumlah dana yang ingin disimpan dan tenor yang diinginkan. Selain itu, Anda juga bisa memilih bank yang menawarkan bunga deposito paling tinggi.

 

Tinggalkan Balasan