WHO Peringatkan Negara Yang Mencoba Longgarkan Lockdown

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan pada hari rabu (6/5/20) bahwa sebagian negara yang mencoba longgarkan lockdown dari upaya menghentikan penyebaran Covid-19 harus dilakukan dengan “sangat hati-hati” atau beresiko terjadi peningkatan super cepat dalam kasus baru.

Direktur Jenderal WHO, Tedros mengatakan negara-negara harus memiliki langkah yang memadai untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 seperti sistem pelacakan dan penyediaan karantina.

“Resiko untuk melakukan lockdown kedua tetap sangat nyata jika negara-negara tidak mengelola masa pelonggaran dengan sangat hati-hati dan dalam pendekatan bertahap,” kata Tedros saat rapat virtual di jenewa.

Ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove juga sangat mengkhawatirkan tentang penyakit sistem pernafasan ini, yang telah menginfeksi lebih dari 3,7 juta orang diseluruh penjuru dunia, dan menewaskan lebih dari 258 ribu nyawa.

“Jika penerapan lockdown diangkat terlalu cepat, virus bisa lepas landas,” ujarnya saat rapat.

Lockdown menjadi tidak populer

Penerapan lockdown yang telah dilakukan pemerintah semakin menjadi tidak populer, karena menyebabkan banyak negara mengalami peningkatan jumlah pengangguran dan roda perekonomian terhenti.

Ekonomi zona eropa akan terkontraksi 7,7% tahun ini akibat dari masa pandemi, sementara itu pengusaha swasta Amerika Serikat setidaknya telah memecat lebih dari 20 juta pekerja bulan lalu karena bisnis telah menutup pintu mereka.

Beberapa negara seperti Jerman, Spanyol, dan Italia telah berusaha untuk melonggarkan lockdown. Tindakan lebih berani juga dilakukan oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat itu telah memutuskan untuk fokus membuka kembali negara tersebut.

Berbagai otoritas sepakbola juga mulai untuk mempertimbangkan bagaimana mereka dapat menyelamatkan kompetisi yang terputus. Salah satunya, Bundesliga jerman sudah mendapatkan izin untuk melanjutkan kompetisi akhir bulan ini.

Salah satu petinggi WHO, Mike Ryan menyatakan bahwa semua keputusan diserahkan sepenuhnya pada pemerintah dan federasi terkait guna memutuskan bagaimana dan kapan kompetisi bisa dilanjutkan kembali.

BACA :WHO Mengatakan ‘Pandemi Jauh Dari Selesai’ , Mengkhawatirkan Anak Kecil

Tedros, yang mendapat banyak kecaman terutama dari pemerintahan trump atas penanganan wabahnya, mengatakan bahwa ia akan melakukan penilaian terhadap tindakan WHO ketika wabah telah surut.

“Ketika api berkobar, saya berpikir fokus kami tidak boleh terbagi,” kata Tedros.

Tedros juga membela catatan peringatan WHO tentang potensi penularan virus corona dari manusia ke manusia, dengan mengatakan bahwa informasi telah diberitakan di pertengahan januari.

Organisasi yang bermarkas di jenewa itu dituduh “bias china” oleh donatur utama AS, yang pada akhirnya mereka memutuskan untuk memotong dana untuk organisasi tersebut.

BACA : Inggris Peringkat Kedua di Eropa, Korban Meninggal Covid-19 Mencapai 26 Ribu Jiwa

Sekretaris Negara AS, Mike Pompeo memperbarui kecamannya terhadap tiongkok pada hari rabu, yang kemudian menyalahkan tindakan tiongkok atas kematian yang disebabkan oleh wabah virus corona dan menuntut Beijing agar memberikan informasi nyata tentang wabah itu.

WHO (yang sedang mempersiapkan misi lain ke china untuk menemukan asal hewan dari virus itu) memperlakukan negara itu tidak berbeda dengan 194 anggotanya, kata Tedros.

“Aturan yang kita punya di WHO dan dan badan PBB lainnya, adalah ketika setiap negara anggota yang melapor maka kami akan menginformasikan apa adanya,” kata Tedros.

“Yang penting adalah pedoman kami sebelum, selama, dan setelah 14 januari, termasuk kemungkinan penularan dari manusia ke manusia yang membantu negara-negara agar bersiap,ini adalah seluruh kebenaran,” pungkas Tedros.

 

Berita Terkait

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

Alat Rapid Test Corona Buatan Indonesia yang Tengah Diperbincangkan

Warnabiru.com - Virus Corona benar - benar membuat semua pihak kalang - kabut. Bagaimana tidak penyebaran virus yang berasal dari Cina ini begitu cepat....

WHO Rilis Data Turunnya Akses Obat HIV di Tengah Krisis COVID-19

Warnabiru.com - Pandemi COVID-19 sekarang mengancam akses perawatan HIV / AIDS, karena negara-negara, termasuk Indonesia, berfokus pada penanggulangan penyakit pernapasan yang sangat menular.Organisasi Kesehatan...

Sri Mulyani: Masalah Administrasi Hambat Pengeluaran Anggaran COVID-19

Warnabiru.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa beberapa masalah administrasi telah menghambat upaya pemerintah untuk mengucurkan dana anggaran COVID-19 dengan cepat, ketika...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Warnabiru.com - Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites...

Beberapa Sekolah Sudah Memulai Tahun Ajaran Baru

Warnabiru.com - Setelah berbulan-bulan belajar dari rumah, siswa di beberapa daerah Indonesia kembali ke sekolah pada hari Senin sesuai dengan apa yang disebut protokol...

Selain Hakim di Aceh yang Dianiaya, Sederet Hakim Ini Juga Bernasib Sama

Seorang pria berinisial MUS ditahan Polres Aceh Timur karena melakukan pemukulan terhadap Hakim Mahkamah Syari'ah Idi, Salamat Nasution. Dalam laporan bernomir LP/79/Yan.1.6/VII/2020/SPKT tanggal 7...

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

2024, BP Tapera Akan Kelola Rp60 T Fokuskan Lembaga Pemerintah

Warnabiru.com - Badan pengelola program tabungan perumahan umum (BP Tapera) memperkirakan bahwa mereka akan mengumpulkan dan mengelola Rp60 triliun pada tahun 2024, sebagian besar...

Berita Pilihan

Selain Dilarang Berpakaian Ketat Ini Syariat Islam yang Diterapkan di Aceh

Warnabiru.com - Media sosial di Aceh dihebohkan dengan foto - foto dan video 10 perempuan berbaju seksi tengah bergowes ria berkeliling Kota Banda Aceh....

Para Konsumen yang Merasa Diketok Harga Oleh Pedagang

Warnabiru.com - Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus...

Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Tokopedia tengah menjadi sorotan karena pada Mei 2020 forum peretas Raidforums mengaku memiliki data 91 juta penggunanya. Tidak hanya itu data vital itu dijual...

Sama - Sama Berkuasa Lama Seperti Putin, Para Presiden Ini Bernasib Tragis

Warnabiru.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi berkuasa hingga 16 tahun lagi atau sampai tahun 2036. Hal itu dikonstitusionalkan secara legal lewat referendum...