WHO Mengatakan ‘Pandemi Jauh Dari Selesai’ , Mengkhawatirkan Anak Kecil

Sedang Populer

Warnabiru.com – Pandemi Covid-19 “masih jauh dari selesai” dan masih mengganggu layanan kesehatan, Terutama untuk program imunisasi yang menyelamatkan jiwa bagi anak-anak di seluruh dunia, kata ketua organisasi kesehatan dunia WHO.

Badan Amerika Serikat Prihatin dengan meningkatnya jumlah kasus di berbagai belahan dunia seperti di Eropa, Asia, Afrika.

“Kami menghadapi jalan panjang dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan”. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga menambahkan bahwa infeksi gelombang kedua dapat dicegah dengan tindakan yang tepat.

Virus Corona baru, yang muncul di kota wuhan akhir tahun lalu, telah menginfeksi 2.97 juta dan merenggut lebih dari 205.000 jiwa, menurut catatan terbaru.

Tedros menyatakan keprihatinannya bahwa kesehatan anak-anak sedang terancam oleh dampak darurat virus corona pada program vaksinasi untuk penyakit lain.

BACA JUGA : Sempat Dikabarkan Meninggal, Relawan uji coba vaksin Covid-19 Berkata “Saya Baik-Baik Saja”

“Anak-anak mungkin beresiko relatif rendah terhadap sakit parah dan kematian yang disebabkan oleh Covid-19, tetapi dapat beresiko tinggi terhadap penyakit lain yang dapat dicegah dengan vaksin” ujar Tedros.

Sekitar 13 juta orang diseluruh dunia terdampak akibat keterlambatan imunisasi rutin terhadap beberapa penyakit seperti polia, campak, kolera, meningitis, katanya.

Kekurangan vaksin terhadap penyakit lain dilaporkan di 21 negara sebagai akibat dari pembatasan di berbagai perbatasan dan gangguan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, kata Tedros.

“Jumlah kasus malaria di afrika dapat berlipat ganda,” katanya, merujuk dari dampak potensial Covid-19 pada layanan malaria reguler. “itu tidak harus terjadi, kami bekerja dengan negara-negara untuk mendukung mereka.”

Pakar kedaruratan WHO, Dr. Mike ryan, bertanya tentang beberapa negara bagian Amerika Serikat yang menerapkan pembatasan, meskipun kurangnya pelacakan kontak dan penanganan krisis oleh pemerintah, mengatakan bahwa Amerika Serikat tampaknya memiliki “pengaturan yang sangat jelas” rencana federal yang berbasis pada sains untuk bertarung melawan epidemi virus corona.

BACA JUGA:  Habib Rizieq Didenda Pemrov DKI Rp 50 Juta Karena Melanggar Protokol Kesehatan COVID-19

“Pemerintah federal dan gubernur bekerja sama untuk menggerakkan Amerika dan rakyatnya melalui situasi yang sulit ini”, kata Ryan.

BACA JUGA : Dokter Di Mojokerto Positif Corona Diduga Terpapar Virus Saat pelatihan Haji

Tetapi sistem federal yang menghubungkan 50 negara bagian menjadikan situasinya “kompleks”, imbuhnya.

Ryan juga mengulangi peringatan WHO sebelumnya mengenai kebijakan akan pelonggaran lockdown yang terkesan terlalu cepat.

 

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Rekomendasi Untuk Anda

Sedang Populer