Resiko meminjam di situs pinjaman online ilegal

0

Pinjaman Online akhir-akhir ini sangat marak berkembang di tanah air. Namun sayangnya tidak semua situs tersebut telah terdaftar dan teregulasi OJK. Banyak situs pinjaman ilegal yang menawarkan pinjaman cepat kurang dari 24jam dengan proses yang sangat mudah! dan hal itu tampaknya cukup menarik perhatian orang yang sedang membutuhkan dana cepat.

Meminjam disitus pinjaman ilegal tentu sangat beresiko! karena jika nasabah telat membayar sehari saja, maka data dan privasi mereka akan menjadi taruhannya. Oleh sebab itu, jika ingin meminjam secara online sebaiknya pahami dulu resiko jika meminjam di situs pinjaman ilegal, agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.

Pada artikel kali ini, kami akan menjelaskan resiko yang membayangi pengguna aplikasi pinjaman ilegal. Namun sebelum itu akan kami jelaskan dulu ciri-ciri dari situs pinjaman ilegal. Berikut ulasan lengkapnya.

Ciri-ciri situs pinjaman ilegal:

  • Tidak memiliki izin resmi dari OJK.
  • Tidak memiliki kantor yang resmi (biasanya dioprasikan dari luar negri)
  • Dipromosikan melalui spam (SMS ilegal, email DLL)
  • Sering berganti-ganti nama

Agar terhindar dari situs ilegal biasakan diri untuk cek status dan regulasi situs pinjaman dengan mengunjungi halaman situs aplikasi pinjaman yang telah resmi terdaftar di OJK.

Resiko meminjam di situs pinjaman online ilegal

Ada 5 resiko yang bisa dijadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk meminjam di situs pinjaman ilegal. Berikut informasinya:

1. Bunga yang tidak wajar

Hampir semua situs pinjaman ilegal menerapkan bunga yang sangat tinggi di luar batas kewajaran bank pada umumnya. Suku bunga dapat berkisar antara 30% s/d 50% dengan durasi 14 hari saja.

Hal itu sangat berbeda dengan situs penyedia pinjaman yang telah resmi terdaftar dan diawasi OJK, dimana penentuan maksimal suku bunga telah diatur oleh regulasi yang bersangkutan.

Sayangnya masih banyak Pengguna yang enggan memikirkan hal tersebut saat meminjam dan baru sadar ketika tidak sanggup membayar tagihan.

Agar tidak terjebak masalah tersebut, pengguna harus lebih berhati-hati dalam memilih situs pinjaman, serta membiasakan diri untuk selalu membaca segala ketentuan yang berlaku.

2. Penyadapan

Meminjam di situs pinjaman ilegal sama saja dengan membiarkan penyadapan data diri melalui smartphone! karena proses pengajuan hanya bisa dilakukan jika pengguna memberikan akses perizinan aplikasi.

Akses tersebut memungkinkan aplikasi pinjaman ilegal mengambil semua data pengguna mulai dari kontak, riwayat telepon, salinan SMS dan juga penyimpanan data. Data inilah yang nantinya digunakan untuk meneror nasabah ketika telat membayar tagihan.

Pinjaman online ilegal tahu betul siapa orang yang sering berhubungan dengan pengguna bedasarkan riwayat telepon dan SMS. Bahkan beberapa aplikasi juga meminta pengguna untuk memverifikasi akun whatsapp, dengan begitu mereka bisa leluasa mengambil arsip dari history chat whatsapp nasabah.

3. Penagihan yang tidak beretika

Selain pencurian data, pengguna juga dibayangi dengan resiko penagihan yang kasar apabila telat dalam membayar pinjaman.

Kebanyakan situs pinjaman ilegal menggunakan jasa desk colector untuk menagih nasabah yang telat membayar pinjaman, yang tidak diketahui siapa mereka dan dimana kantornya.

Mereka meneror nasabah melalui sambungan telepon, SMS dan chat WA. Bahkan tidak jarang nasabah mendapat kata-kata kasar dan kotor dari mulut mereka.

4. Pencemaran data pengguna

Banyak orang yang telah menjadi korban kejahatan Pinjaman ilegal! dimana mereka berniat untuk menyelesaikan masalah, tapi malah berujung menjadi sebuah bencana.

Bagaimana tidak? Hanya karena pinjaman dengan nilai dibawah satu juta saja, nama baik nasabah bisa hancur karena ulah penagih yang tidak beretika ini.

Mereka tidak akan segan untuk mencemarkan nama baik nasabah dengan menghubungi semua kontak yang telah dicuri dari smartphone nasabah sebelumnya.

Kontak nasabah yang telah dicuri sebelumnya akan terus dihubungi penagih pinjaman ilegal dan diteror dengan kata-kata yang kasar. Selain itu mereka juga diberitahu bahwa nasabah yang telah memberikan nomor tersebut sebagai kontak darurat.

Pada situasi yang lain, pinjaman ilegal juga menghubungi kantor dan perusahaan tempat nasabah bekerja. Mereka menagih hutang ke atasan nasabah dengan nada bicara yang kasar, sehingga pada akhirnya nasabah beresiko di keluarkan dari pekerjaannya.

Pada kasus yang lain, penagih bahkan membuat grup di whatsapp dan memasukan seluruh isi kontak nasabah didalamnya. Seraya mengumumkan bahwa nasabah telah melarikan uang perusahaan dan meminta kontak tersebut untuk menghubungi nasabah.

Hal itu tentu sangat mengerikan! Sudah seharusnya pemerintah memberi perhatian khusus pada kasus ini. Mengingat sudah tidak sedikit orang yang menjadi korban mulai dari kehilangan teman, saudara bahkan pekerjaan mereka.

5. Data dan Privasi pengguna terancam

Tidak berhenti sampai disini saja. Nasabah juga perlu khawatir dengan data sensitif yang dikirimkannya saat mengajukan kredit di pinjaman ilegal, data tersebut bisa jadi digunakan untuk kepentingan lain tanpa sepengetahuan nasabah.

Ada sebuah kasus dimana seseorang tidak bisa melakukan registrasi kartu prabayar. Setelah di cek ternyata NIK dan nomor KK (kartu keluarga) orang tersebut telah di registrasikan sebanyak 3 kali. Hal itu sangatlah mungkin jika nasabah mengirim data berupa salinan KK yang seharusnya tidak boleh disebarluaskan.

Data tersebut juga rawan digunakan untuk tindak penipuan karena ada beberapa wallet luar negri hanya membutuhkan KTP untuk verifikasi data. Masalah akan terjadi jika data nasabah digunakan mendaftar wallet guna menipu orang lain. Hal ini dimungkinkan oleh fakta bahwa situs pinjaman ilegal telah terbukti berbagi data nasabah dengan pihak ketiga.

Kapan korban harus menghubungi pihak berwajib?

  • Jika korban mendapat teror berupa kata-kata kasar dan kotor dari situs pinjaman ilegal.
  • Jika data dan privasi nasabah telah digunakan tidak sebagaimana mestinya (berupa foto, KTP, NIK dan nomor KK)
  • Jika nama baik dan kehormatan nasabah telah dirusak.

Saat mendapatkan teror dari penagih pinjaman ilegal dengan cara diatas, nasabah disarankan untuk meminta bantuan dari aparat dan penegak hukum. Karena sejauh ini pihak berwajib kesulitan menangkap mereka lantaran tidak banyak korban yang mau melapor. Dalam hal ini laporan dan kerjasama dari korban akan sangat membantu proses penyelidikan.

Punya pertanyaan seputar situs pinjaman online atau sekedar ingin berbagi cerita? Kirimkan pertanyaan Anda dikolom komentar dan kami akan segera menjawab pertanyaan Anda.

Tinggalkan Balasan