Selain Untuk Gowes Ternyata Sepeda Digunakan  Jepang Untuk Menguasai Jakarta

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...
hery Jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

WARNABIRU.com - Sepeda sedang trend saat ini karena adanya Virus Corona, kok bisa ? Oke jadi gini. Salah satu cara mengalahkan Virus Corona adalah memperkuat daya tahan atau imun tubuh. Nah caranya dengan rajin berolahraga disinilah bersepeda sebagai salah satu solusinya. Karena dengan bersepeda dapat jalan - jalan sekaligus melihat pemandangan baru.

Selain itu dengan bersepeda akan melihat orang - orang baru yang tentu dapat menghilangkan rasa jenuh akibat sistem work from home.

Sepeda yang tengah trend saat ini adalah sepeda lipat. Karena sepeda lipat ini dianggap praktis sehingga tidak memenuhi ruangan atau garasi. Bahkan dapat juga dibawa kemana - kemana seperti dilipat saat di KRL atau di bus. Sehingga tidak heran kita melihat mereka yang gowes ke suatu tempat cukup jauh. Kemudian saat pulang ke rumah memilih menggunakan KRL atau angkutan umum, sepeda lipat inilah sebagai solusinya.

Ternyata sepeda sudah digunakan sejak dulu bahkan menjadi alat transportasi penting saat Perang Dunia II. Setelah menyerang Pearl Habour tanggal 7 Desember 1941 Jepang menginvansi negara - negara di kawasan Asia timur hingga Asia Tenggara. Selain mengandalkan pesawat perang, kapal perang dan tank pihak Jepang Juga mengandalkan sepeda sebagai kekuatan militernya. Terutama dalam mobilitasnya guna menguasai setiap kawasan yang dia jajah.

Setelah menguasai Filipina dan Singapura sehingga mengalahkan Inggris dan Amerika Serikat. Maka Jepang menyerbu Hindia Belanda yang saat itu dijajah Belanda. Sudah jelas Belanda kalah karena militernya baik dari Belanda totok maupun pasukan KNIL diciptakan untuk mengalahkan pemberontak yang bersenjata tradisional, bukan melawan Jepang yang agresif dan bersenjata modern. Tanggal 1 Maret 1942 pasukan Jepang mendarat tiga wilayah yakni di Teluk Banten,  Eretan Watan Indramayu dan di Kragan Rembang. Pasukan yang dipimpin oleh Letnan Jendral Hitoshi Imamura ini didukung kapal perang Jepang yang sudah menenggelamkan lima kapal perusak dan lima kapal penjelajah milik Sekutu.

Saat mereka mendarat Batavia dinyatakan sebagai kota terbuka oleh Gubernur Hindia Belanda Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwe. Sehingga para penjajah Belanda ini pergi meninggalkan Batavia dan melarikan diri ke pedalaman Hindia Belanda.
Setelah mendarat pasukan Jepang bergegas menuju Batavia. Mereka ke Batavia bukan menggunakan panser atau tank yang gerak cepat seperti saat Hitler menguasai Polandia. Namun menggunakan sepeda dengan frame yang terbuat dari kayu dan dapat dilipat. Turun dari kapal mereka tidak beristirahat namun terus melaju ke tengah kota meskipun banyak ban sepeda serdadu Jepang yang pecah karena cuaca saat itu terlalu panas.

Namun mereka tetap berkeras maju ke tengah kota sehingga mereka mengayuh pelek di atas sepeda. Hasilnya suara gesekan aspal dengan pelek membuat suara mengerikan.
Sebelum meninggalkan Batavia pasukan KNIL melakukan bumi hangus. Namun hal itu bukan halangan karena serdadu Jepang menyebrang sungai yang jembatannya sudah dihancurkan. Mereka mengangkat tinggi - tinggi sepeda mereka.

Setelah menguasai setengah wilayah Batavia militer Jepang mengebom Batavia. Hal ini membuat prajurit KNIL yang tersisa merasa kalah merekapun mundur ke Bandung. Serdadu Jepang semakin masuk ke dalam menggunakan sepeda mereka sehingga memasuki wilayah Tanggerang. Di wilayah itu kedatangan mereka dielu - elukan rakyat karena dianggap pembebas Indonesia dari penjajah Jepang.

Dalam tiga hari Gubernur Hindia Belanda Alidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer menyerah pada tanggal 8 Maret 1942 di Kalijati. Sejak itulah Jepang menjajah Indonesia hingga merdeka di tahun 1945. Sekaligus menjadikan Hindia Belanda menjadi markas Tentara ke - 16. Jepang juga mengganti nama Batavia yang berbau Eropa dengan nama Jakarta.

Sepeda dalam dunia perang memang bukanlah hal baru. Karena sifatnya yang mudah untuk mobilitas serta suaranya yang tidak mencolok perhatian musuh. Sepeda perang mempunyai ciri khas yakni arah lampu yakni mengarah ke bawah. Berguna agar tidak terlihat oleh musuh saat malam hari baik dari arah berlawanan atau dari pesawat udara.
Bahkan produsen sepeda di Amerika Serikat yakni Montague mematenkan sepeda perangnya dengan merek Paratrooper. Sepeda itu diciptakan untuk menaklukan medan ekstrem namun efisien saat dibawa. Sepeda ini mirip MTB dengan ukuran 26 inchi. Namun mudah dilipat sehingga memudahkan pasukan terjung payung saat dibawa terjun dari pesawat menuju lokasi musuh.

Dengan bahan metal yang kuat dan suspensi mirip MTB sepeda ini melayani marinir Amerika Serikat tahun 1997.  Di bagian belakang sepeda ini adalah kunci tempat untuk lipatan. Dilengkapi pula dengan boncengan yang berguna sebagai penyangga saat sepeda dilipat.

Kamu juga bisa mendapatkan sepeda perang ini di Indonesia. Tapi harganya lumayan karena Rp 21 juta. Adapula replikanya yakni buatan China harganya sekitar Rp 5 sampai Rp 6 juta.

FB Komentar

Kiriman Terbaru

Begini Tips Agar Suami Makin Betah di Rumah

Warnabiru.com - Bagi seorang wanita yang sudah menikah, keberhasilan yang sesungguhnya bukan tentang karir di luar rumah, bukan tentang...

Ternyata Generasi Jadul Lebih Hebat Dibandingkan Generasi Milenial, Ini Buktinya!

Apa perbedaan anak jaman dulu dengan sekarang? dan mana yang lebih hebat? Simak penjelasan mengenai Ternyata Generasi Jadul Lebih Hebat disini.Banyak pendapat yang mengatakan...

5 Cara Menjadi Pengendara Sepeda Gunung yang Baik

WARNABIRU.com - Bersepeda merupakan salah satu hobi yang sedang trend saat ini. Salah satu kegiatan bersepeda yang seru dan memacu adrenalin adalah bersepeda gunung atau...

Apa Itu Manajemen Perubahan? Ini Penjelasannya!

Apa Itu Manajemen Perubahan? Manusia adalah makhluk yang dinamis. Kita tidak bisa diam pada saat yang bersamaan walaupun hanya sebentar. Karena, waktu terus berjalan...

Apa Itu Manajemen Syariah? Ini Penjelasannya!

Warnabiru.com, Dapat dikatakan bahwa saat ini lembaga berbasis syariah sedang meningkat. Ini dibuktikan dengan perkembangan yang dialami oleh bank syariah yang tumbuh sangat pesat...

Artikel Terkait