Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...
hery jatmiko
kita harus tahu batasan diri kita sendiri

Tokopedia tengah menjadi sorotan karena pada Mei 2020 forum peretas Raidforums mengaku memiliki data 91 juta penggunanya. Tidak hanya itu data vital itu dijual ke publik. Kemudian beberapa waktu lalu di anggota grup siber Facebook terlihat tautan link sebuah situs yang berisi data – data tersebut. Untuk bisa mengunduh file bocoran data pengguna Tokopedia itu harus menggunakan VPN karena servernya berbasis di Amerika Serikat.

BACA JUGA: Cara Menghasilkan Uang Dari Internet Dengan Berjualan Di Marketplace

Setelah melewati berbagai proses rumit maka kita akan melihat 91.174.219 nama pengguna. Mulai dari nama lengkap, email, toko online, tanggal lahir hingga nomor ponsel. Dari pihak Tokopedia menyatakan bahwa data pelanggan masih aman karena yang dicuri bukan data baru maupun informasi paswod.

Selain Tokopedia ternyata ada pula perusahaan – perusahaan tekhnologi internet lainnya yang pernah mengalami kebocoran data oleh hacker.

Seperti Uber yang sebanyak 57 juta data pribadi konsumennya bocor. Sehingga untuk mengamankannya membuat Uber harus membayar tebusan Rp 1,3 M kepada hacker.

1.Uber

www.youtube.com

Uber adalah perusahaan aplikasi penyedia transporasi yang menghubungkan sopir dengan penumpang. Perusahaan yang berdiri dari tahun 2009 ini telah beroperasi di sebanyak 173 negara dan 785 kota besar di dunia. Akibat ketelodarannya dalam bidang keamanan membuat hacker berhasil membobol data perusahaan ini. Hal tersebut setelah Uber mempublikasikan kepada publik pada tanggal 21 November 2017. Sebenarnya insiden ini sudah terjadi sebulan sebelumnya. Namun disembunyikan oleh bagian keamanan hingga diketaui pimpinan Uber baru setelah itu.

BACA JUGA: Sisi Lain Walikota Surabaya Risma yang Viral Karena Sujud Kaki ke Dokter

Dalam pembobolan itu data pribadi yang dicuri hacker adalah nama, alamat email, nomor ponsel 50 juta customer Uber. Sisanya sebanyak 7 juta adalah data pribadi dari pengemudi. Untuk dara pengemudi yang berhasil diretas juga adalah data SIM mereka. Atas insiden inilah CEO Uber Dara Khosrowshahi melaporkannya ke pihak kepolisan Amerika Serikat untuk mengusut insiden ini. Tidak heran pasca insiden ini Uber menggandeng mantan pengacara Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat sekaligus pemimpin Pusat Penanggulangan Teroris Nasional Amerika Serikat agar insiden itu tidak terjadi. Terdapat isu miring yang menyatakan bahwa Uber membayar hacker sebanyak Rp 1,3 miliar. Dengan syarat hacker tersebut harus menghapus semua data – data pribadi yang sudah diretas. Namun hal itu ditolak secara mentah – mentah oleh pihak Uber.

Sebelumnya di tahun 2016 insiden pembobolan data menimpa Uber. Sebanyak 32 juta pelanggan Uber di dunia berhasil diretas, sebanyak 2,7 juta pelanggan lainnya berasal dari Inggris. Data yang dicuri melengkapi nama lengkap, nomor ponsel, alamat ponsel dan paswod. Menurut pemerintah hal itu dilakukan karena serangkaian kecacatan pengamanan yang seharusnya bisa dihindari. Tidak heran atas kecerobohannya ini Pemerintah Inggris dan Belanda menjatuhkan denda terhafap Uber sebanyak Rp 17 miliar.

Setelah melalui investigasi panjang akhirnya pihak Uber menemukan titik terang soal hacker yang mencuri data – data perusahannya. Yakni pria berusia 20 tahun yang tinggal di Florida. Dia memanfaatkan sistem program bug bounty untuk bisa membobol data Uber.

2.Yahoo

Yahoo adalah perusahaan internet yang berpusat di Sunnyvale, California, Amerika Serikat. Perusahaan ini terkenal dengan mesin pencarinya yang mirip google. Yakni Yahoo mail, Yahoo News dan Yahoo Finance. Perusahaan internet yang berdiri pada tahun 1995 ini ternyata pernah juga tersandung skandal peretasan. Kabar itu terkuak di tahun 2016 saat Yahoo menyatakan bahwa setidaknya 500 juta akun Yahoo dibobol. Dalam penjelasannya di tanggal 22 September itu pihak Yahoo menyatakan bahwa hacker tersebut disponsori oleh negara. Hacker ini berhasil mencuri data pribadi pengguna mulai dari alamt email, nama, nomor telepon dan paswod. Namun secara terperinci Yahoo menjelaskan bahwa data penting seperti rekening bank dan kartu kredit tidak dicuri.

Kabar selanjutnya terjadi pada April 2012 saat Yahoo mendeteksi adanya dua peretas berusaha masuk sistem Yahoo. Kemudian pada Agustus 2013 seorang hacker berhasil membobol data 3 miliar akun pengguna Yahoo di dunia. Berikutnya di tahun 2014 hacker lagi – lagi meretas sebanyak 500 juta data pelanggan Yahoo.

Atas kesalahannya ini Yahoo menawarkan kompensasi bagi pengguna Yahoo yang menjadi korban peretasan. Namun kompensasi senilai Rp 1,65 triliun ini hanya berlaku untuk mereka yang berdomisili di Amerika Serikat dan Izrael Saja. Mereka wajib mengajukan klaim sebelum 20 Juli 2020.  Bagi yang terdampak maka akan mendapatkan fasilitas Credit Monitoring Service selama 2 tahun dan uang tunai dari US$ 100 dollar AS hingga US$ 358. Bagi pengguna yang mengalami kerugian kehilangan uang karena kartu kredit dikunci. Akan mendapatkan ganti rugi uang dan berlanggan Yahoo Premium tanpa iklan.

3.Facebook

Facebook adalah perusahaan yang bergerak di layanan media sosial. Perusahaan yang didirikan Mark Zuckerberg ini secara resmi sudah mengakuisisi Instagram dan Whatsap. Meskipun sudah berskala internasional ternyata perusahaan yang didirikan tahun 2004 ini pernah terjerat skandal pencurian data oleh hacker. Pada Mei 2018 sebanyak 3 juta data juta akun Facebook bocor. Kebocoran itu terekspos lewat aplikasi kuis kepribadian atau lebih dikenal dengan nama myPersonality. Dari data aplikasi itulah pengguna Facebook terlihat secara langsung. Hanya saja nama disana terpapar dengan anonim karena yang terbuka hanyalah keterangan usia, gender dan status hubungan.

Beberapa bulan setelah itu terjadi lagi kebocoran data. Pada Oktober 2018 hacker telah mencuri sebanyak 30 data pengguna Facebook. Data yang dicuri meliputi agama, username, jenis kelamin, tanggal lahir, pekerjaan dan 15 pencarian terbaru. Untuk mengatasi masalah ini Facebook telah melaporkan ke FBI guna diinvestigasi lebih lanjut. Selain itu Facebook juga melakukan log out terhadap akun Facebook yang diduga telah diretas hacker. Agar tidak terjadi lagi kasus yang sama pihak Facebook melakukan penangguhan sementara kerja sama dengan perusahaan analisis data Crimson Hexagon. Hal itu menyusul terkuak skandal bahwa sebelumnya Cambridge Analytica yakni perusahaan sejenis telah mencuri data Facebook dengan cara tidak patut. Namun setelah diinvestigasi lebih jauh pihak Crimson Hexagon terbukti tidak melakukan pencurian data.

Pos Terkait

Mereka yang Berpendapat Berbeda Soal Virus Corona

Warnabiru.com - Virus Corona tercatat pertamakali dikonfirmasi di Cina. Virus berbahaya ini secara efektif menyerang sistem pernafasan kemudian menyerang paru - paru sehingga membawa...

Fakta Kontroversial Presiden Erdogan yang Menjadikan Hagia Sophia Sebagai Masjid

Perhatian dunia khususnya Uni Eropa tengah tertuju kepada Presiden Recep Tayyib Erdogan. Pasalnya presiden dari Turki itu menjadikan Hagia Sophia yang semula katredal untuk...

Perubahan Hagia Sophia Menjadi Masjid yang Kontroversial

Hagia Sophia pada awalnya adalah. Adalah katredal terbesar di dunia yang didirikan oleh Kaisar Bizantium pada tahun 537. Katredal yang dibangun Kaisar Justinian itu...

Tidak Hanya Djoko Tjandra, Koruptor Ini Juga Sukses Bikin Malu Pemerintah Karena Melarikan Diri Dari Penjara

Djoko Tjandra bikin malu sekaligus muak para pejabat tinggi negara Indonesia khususnya para penegak hukum. Bagaimana tidak dia yang merupakan buronan kasus korupsi pengalihan...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Terkait Pelaporannya Hadi Pranoto Siap Gugat Balik Muannas Alaidi Sebesar 10 Miliar Dollar AS

Warnabiru.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas dugaan penyebaran berita bohong pasca...

Soal Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik

Warnabiru.com - Pelaku fetish kain jarik secara resmi ditangkap pihak kepolisian. GAN ditangkap di rumahnya yang terletak di Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten...

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Pilihan Editor