Selain Hakim di Aceh yang Dianiaya, Sederet Hakim Ini Juga Bernasib Sama

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Seorang pria berinisial MUS ditahan Polres Aceh Timur karena melakukan pemukulan terhadap Hakim Mahkamah Syari’ah Idi, Salamat Nasution. Dalam laporan bernomir LP/79/Yan.1.6/VII/2020/SPKT tanggal 7 Juli 2020 dijelaskan dia memukul karena kecewa dengan putusan hakim itu.
Sebelumnya dalam persidangan istri MUS menggugat cerai karena dianggap melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Dalam vonisnya ini Hakim Salamat Nasution mengabulkan gugatan cerai tersebut. Karena tidak terima MUS murka dia tiba – tiba maju ke meja ke hakim. setelah itu diambilnya palu dan dipukulkan ke kepala hakim agama tersebut. Akibatnya kepala hakim mengalami lebam pada bagian kepala sebelah kanan.
Hakim adalah pekerjaan penuh resiko karena setiap putusannya menentukan nasib seseorang. Tidak jarang akibatnya banyak pihak tidak puas dan melakukan hal ancaman terhadap hakim tersebut. Selain dialami oleh Hakim Salamat Nasution ternyata penganiayaan terhadap hakim dialami juga oleh hakim – hakim di Indonesia. Mulai dari dicambuk ikat pinggang tersangka hingga dibunuh.

1.Dicambuk ikat pinggang

www.sulselsatu.com

Kejadian ini terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat itu Hakim HS dan Hakim DB menggelar sidang perdata tanggal Kamis 18 Juli 2019. Dalam sidang bernomor 223/Pdt.G/2018/JKT pst berisi TW melawan tergugat PT PWG.

Di akhir persidangan kemudian majelis hakim membacakan bagian pertimbangan dalam putusan perkara tersebut di Ruang Subekti PN Jakarta Pusat. Di bacaan pertimbangan itu berisi menolak gugatan sehingga kuasa hukum penggugat berdiri dari kursi. Kemudian dia menghampiri majelis hakim kemudian menarik ikat ikat pinggang yang dia kenakan. Kemudian dipukulkan ikat pinggangnya ke majelis hakim. Hasilnya Hakim HS terkena bagian kening dan Hakim BD juga terkena sabetan ikat pinggang tersebut.
Segera pasca peristiwa itu pengacara berperilaku buruk itu diamankan untuk dibawa ke Polsek Kemayoran menggunakan mobil polisi. Sedangkan majelis hakim segera bergegas ke rumah sakit untuk melakukan visum.

Tindakan memukul hakim saat sidang berlangsung dianggap Contemp of Cour atau penghinaan terhadap lembaga peradilan. Sehingga tersangka dijerat Pasal 212 KUHP tentang menyerang pejabat negara ancaman penjara maksimal satu tahun. Serta pasal lainnya yakni pasal penganiayaan yakni Pasal 351 dengan ancaman maksimal penjara 2 tahun delapan bulan.

2.Dibunuh oleh anak mantan presiden

pinterest.com

Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita adalah hakim hebat dan berintegritas di masanya. Dibuktikan dengan berani pada sidang tanggal 22 September 2000. Menjatuhkan penjara 18 bulan penjara dan denda Rp 30,6 miliar kepada Hutomo Mandala Putra. Dalam kasasi kasus tukang guling tanah milik Bulog dengan PT Goro Batara Sakti.

Hal itu cukup dianggap langkah berani sebab Hutomo Mandala Putra tidak lain adalah anak mantan Presiden Soeharto. Yakni orang nomor 1  yang berkuasa di era Orde Baru, namun hal itu tidak menyurutkan putusan Hakim Agung Syaifuddin Kasrtasasmita. Semua itu ditebus dengan kematian hakim lulusan Universitas Indonesia dengan kematiannya. Selang 10 bulan pasca vonis kepada Tommy Soeharto saat perjalanan menuju kantornya dia ditembak orang tidak dikenal dan tewas ditempat. Kelak di pengadilan terbukti otak pembunuhan itu adalah Tommy Soeharto.

Berawal di tanggal 26 Juli 2001 saat Hakim Agung Syaifuddin Kartasasmita berangkat ke kantor pukul 08.00. Tanpa disadari dua orang mengendarai motor RX-King sudah mengincarnya. Saat melintasi Jalan Sunter Raya pengendara motor itu menembak ban mobil Honda CRV plat polisi B 999 KZ. Akibatnya mobil oleng dan menabrak warung rokok.
Kemudian dua pengendara motor RX-King yang berbadan tegap dan berambut cepak itu menghampiri hakim beristri dua itu. Kemudian meletuskan tembakan sebanyak empat kali yakni tembakan ke arah Hakim Agung Syaifuddin Kartasastmita.
Pelaku pada tanggal 7 Agustus 2001 berhasil ditangkap mereka bernama Mulawarman dan Noval Hadad. tidak lain disuruh oleh Tommy Soeharto dengan imbalan Rp 100 juta. Di pengadilan Tommy Soeharto banyak didakwan yakni menyimpan dan menguasai senjata api, melakukan pembunuhan berencana dan mengganggu perbuatan pegawai negeri dalam menjalankan tugasnya. Hasilnya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pendiri Partai Beringin itu divonis penjara 15 tahun. Setelah mengajukan kasasi dipangkas menjadi 10 tahun. Kemudian setelah menjalani tahanan di penjara Nusakambangan bebas pada tanggal 1 November 2006.
Hakim Agung Syaifuddin dikenal hakim spesialis kasus korupsi era orde baru. Seperti saat dia memvonis penjara penguasaha Bob Hasan yang dulu moncer di era Orde Baru. Yakni vonis 6 tahun dan uang ganti kepada negara sebesar 243,7 juta dolar AS. Hasilnya pengusaha yang dulu dekat dengan Presiden Soeharto meringkuk di Penjara Nusakambangan.

3.Dibunuh oleh istri sendiri

/sumut.idntimes.com

Sungguh miris nasib Hakim Jamaluddin karena dia dibunuh istrinya sendiri. Pada Jumat 29 Desember 2019 di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara hakim itu ditemukan dengan kondisi tewas di mobillnya yakni Toyota Land Cruiser Prado plat polisi BK 77 HD. Dia dibunuh sendiri oleh istrinya bernama Zuraida Hanum dibantu dua suruhannya. Alasan pembunuhan itu karena Zuraida Hanum tidak kuat dengan perilaku hakim tersebut yakni diselingkuhi.

Pada saat malam naas itu Zurida Hanum menyembunyikan dua suruhannya di lantai tiga rumahnya. Kemudian setelah hakim Jamaluddin pulang dan tidur dilaksanakanlah pembunuhan itu oleh tiga orang itu. Dengan cara tubuh dibekap menggunakan bantal karena rencananya agar terlihat mati karena serangan jantung. Ternyata karena membekap terlalu kuat mengakibatkan luka lebam pada wajah korban. Sehingga Zurida Hanum panik dan memutuskan membuang jasad korban dengan modus mati kecelakaan.

Saat ditemukan korban terletak di deret kedua sehingga banyak pihak menduga bukan kecelakaan tunggal namun dibunuh. Apalagi saat kejadian CCTV di rumah mati padahal biasanya hidup. Begitu pula dengan Zurida Hanum yang menolak otopsi. Karena korban adalah hakim maka dia tetap di otopsi dan ditemukan fakta korban dibunuh bukan kecelakaan lalu lintas. Setelah membunuh korban Zurida Hanum meminta pelaku agar tidak menghubunginya selama 6 bulan. Atas hal itulah dia dijerat pasal pembunuhan berencana yakni Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati. Hasilnya pelaku oleh Pengadilan Negeri Medan divonis hukuman mati. Sedangkan dua suruhannya dihukum penjara seumur hidup.

Berita Terkait

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Perkembangan Kasus Fetish Jarik, Pelaku Dijerat Pasal Berlapis

Warnabiru.com - Kasus fetish kain jarik kini memasuki babak baru. Sebelumnya pelaku yang berinisial GAN (22) viral setelah korbannya memviralkan di Twitter. Kemudian GAN...

Dosen di Bima Bunuh Kekasih Setelah Lamarannya Ditolak

Warnabiru.com - Arif Satriadin (31) yang bekerja sebagai dosen di Bima, Nusa Tenggara Barat, dengan sadis menikam kekasihnya sendiri bernama Intan (25). Dia merasa...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Terkait Pelaporannya Hadi Pranoto Siap Gugat Balik Muannas Alaidi Sebesar 10 Miliar Dollar AS

Warnabiru.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas dugaan penyebaran berita bohong pasca...

Soal Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik

Warnabiru.com - Pelaku fetish kain jarik secara resmi ditangkap pihak kepolisian. GAN ditangkap di rumahnya yang terletak di Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten...

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Berita Pilihan

Metha Penjual Rumah yang Siap Dinikahi Pembelinya Bila Jodoh

Metha Kanzul (30) tengah viral karena dia menjual rumahnya yang berada di daerah Mesu, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Sekaligus siap dinikahi pembelinya. Wanita...

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Pelaku Order Fiktif Paket Parabola dan Pisang Satu Truk di Kendal Ditangkap

Warnabiru.com - Polisi berhasil menangkap pelaku order fiktif kepada korban yang bernama Titik (20). Perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu...

Setelah 12 Tahun Akhirnya Kedok TNI Gadungan Terbongkar di Medan

Warnabiru.com - Aksi TNI gadungan berinisial M (50) asal Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya terhenti. Setelah seorang petugas Babinsa...