SBY: Hati-Hati Rancang Sesuatu Terkait Ideologi Pancasila, Dampaknya Sangat besar

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...
Tim Redaksi
Mengulas berbagai informasi seputar bisnis, finansial dan teknologi.

WARNABIRU.com - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta semua pihak untuk berhati-hati jika berpikir, berbicara dan merancang sesuatu yang berkaitan dengan ideologi Pancasila.

SBY berpendapat Rancangan Undang-Undangan Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) akan berdampak sangat besar jika menyentuh kerangka dan sistem kehidupan bernegara.

Ungkapan tersebut dikirimkan melalui akun Twitter resmi SBY pada hari selasa 23, juni, 2020.

BACA JUGA: Pemerintah Jatuhkan Banding Pada Kasus "Internet di Papua"

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat ini mengikuti hiruk pikuk sosial dan politik seputar RUU Haluan Ideologi Pancasila. Bahkan, ia sudah membaca dan mengkajinya. Tentu, SBY punya pendapat dan tanggapan.

Tapi SBY tak mau menanggapi lebih jauh soal Rancangan Undang-Undangan Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang kini menjadi polemik di tengah masyarakat agar situasi politik tidak semakin memanas.

“Namun, lebih baik saya simpan agar politik tak semakin panas,” tulis SBY lewat Twitter yang dikutip pada Selasa, 23 Juni 2020.

Menurut dia, memposisikan ideologi harus tepat dan benar. Ingat, kata dia, nation building dan consensus making yang dilakukan sejak tahun 1945 juga tak selalu mudah. Jangan sampai ada ideological clash dan perpecahan bangsa yang baru.

“Kasihan Pancasila, kasihan rakyat. Kita harus sungguh berhati-hati jika berpikir, berbicara dan merancang sesuatu yang berkaitan dengan ideologi dan dasar negara Pancasila. Apalagi jika menyentuh pula kerangka dan sistem kehidupan bernegara. Kalau keliru, dampaknya sangat besar,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah meminta DPR RI menunda pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila. Sebab, pemerintah kini sedang fokus menangani penyebaran dan pencegahan virus corona COVID-19.

Namun, PDI Perjuangan disebut-sebut sebagai pengusul RUU HIP. Namun, PDI Perjuangan membantahnya melalui Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah yang juga Wakil Ketua MPR RI periode 2019-2024.

Menurutnya, polemik seputar RUU HIP khususnya Pasal 7 bukanlah usulan dari PDI Perjuangan. Namun, ia tidak mau menyebutkan fraksi mana yang mengusulkan RUU HIP di lembaga legislatif karena alasan etika.

“Tapi kami wajib menghormati bahwa 9 fraksi di Badan Legislasi memiliki hak bicara untuk mengemukakan pendapat, pikiran, konsepsi,” kata Basarah di ILC.

Basarah mempertanyakan apa masalahnya kalau Megawati menyampaikan pidato Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945. Menurut dia, pidato itu merupakan langkah Soekarno untuk menjawab pertanyaan dari Ketua Sidang BPUPKI, Dr. Radjiman Wedyodiningrat terkait gagasan dasar negara saat Indonesia merdeka.

BACA JUGA: Jaksa Tolak Argumen Pembelaan Kasus Serangan Novel Baswedan

“Lima tema yang dipilih yang diusulkan oleh Bung Karno pada pidatonya 1 Juni itu, yang pertama dalam Pancasila, kedua adalah Trisila dan ketiga adalah Ekasila gotong-royong,” jelas Basarah.

 

Berita Terkait

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Warnabiru.com - Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites...

Beberapa Sekolah Sudah Memulai Tahun Ajaran Baru

Warnabiru.com - Setelah berbulan-bulan belajar dari rumah, siswa di beberapa daerah Indonesia kembali ke sekolah pada hari Senin sesuai dengan apa yang disebut protokol...

Selain Hakim di Aceh yang Dianiaya, Sederet Hakim Ini Juga Bernasib Sama

Seorang pria berinisial MUS ditahan Polres Aceh Timur karena melakukan pemukulan terhadap Hakim Mahkamah Syari'ah Idi, Salamat Nasution. Dalam laporan bernomir LP/79/Yan.1.6/VII/2020/SPKT tanggal 7...

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

2024, BP Tapera Akan Kelola Rp60 T Fokuskan Lembaga Pemerintah

Warnabiru.com - Badan pengelola program tabungan perumahan umum (BP Tapera) memperkirakan bahwa mereka akan mengumpulkan dan mengelola Rp60 triliun pada tahun 2024, sebagian besar...

Berita Pilihan

Selain Dilarang Berpakaian Ketat Ini Syariat Islam yang Diterapkan di Aceh

Warnabiru.com - Media sosial di Aceh dihebohkan dengan foto - foto dan video 10 perempuan berbaju seksi tengah bergowes ria berkeliling Kota Banda Aceh....

Para Konsumen yang Merasa Diketok Harga Oleh Pedagang

Warnabiru.com - Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus...

Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Tokopedia tengah menjadi sorotan karena pada Mei 2020 forum peretas Raidforums mengaku memiliki data 91 juta penggunanya. Tidak hanya itu data vital itu dijual...

Sama - Sama Berkuasa Lama Seperti Putin, Para Presiden Ini Bernasib Tragis

Warnabiru.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi berkuasa hingga 16 tahun lagi atau sampai tahun 2036. Hal itu dikonstitusionalkan secara legal lewat referendum...