Pertimbangkan 5 Hal Sebelum Meminjam Online

0

Mencari pinjaman kini sangat mudah! Hanya berbekal smartphone seseorang bisa mendapat kredit tunai tanpa harus pergi keluar rumah. Fasilitas dan kemudahan ini tentu mempunyai resiko yang tinggi. Jika nasabah tidak teliti dalam memilih penyedia pinjaman, maka nama baik bisa jadi taruhannya. Agar tidak salah langkah, selalu pertimbangkan 5 hal sebelum meminjam online.

1. Cek Regulasinya

Dalam beberapa tahun terakhir ada banyak situs pinjaman ilegal yang diblokir ojk dan sering berganti-ganti nama. Karena itu, pastikan bahwa Anda telah menggunakan aplikasi pinjaman yang terdaftar di OJK. Dengan memilih layanan yang resmi dan diawasi, setidaknya nasabah punya jaminan keamanan sebagai berikut:

  1. Oprasi perusahaan resmi diawasi – Mengajukan pinjaman di aplikasi yang resmi lebih aman sebab oprasi perusahaan tersebut selalu dalam pengawasan OJK. Perusahaan yang tedaftar akan diaudit secara berkala mulai dari kinerja hingga tingkat pelayanannya. Jika terdapat pelanggaran maka perusahaan tersebut bisa dikenakan sanksi dari regulasi yang bersangkutan.
  2. Jaminan perlindungan privasi – Banyak orang menjadi korban pencemaran nama baik akibat penggunaan aplikasi ilegal, mulai dari penyebaran data serta penyalahgunaan identitas lainnya. Oleh karena itu pengguna harus lebih teliti sebelum menggunakan aplikasi pinjaman agar tidak terkena kasus serupa. Aplikasi yang resmi tidak akan menyebarkan data nasabah kecualiada persetujuan. Jika nasabah mendapati hal ini dilanggar, Anda bisa melaporkannya ke OJK
  3. Bantuan hukum jika terjadi pelanggaran – Nasabah bisa mencari bantuan hukum jika terbukti hak privasinya dilanggar oleh penyedia pinjaman yang teregulasi. Hal ini tentu berbeda dengan aplikasi pinjaman ilegal dan dioprasikan secara tersembunyi. Penegak hukum tentu kesulitan untuk meringkus pelaku yang tidak diketahui kantor dan pemiliknya.

Dari keterangan diatas kita bisa melihat pentingnya status dan regulasi penyedia pinjaman untuk keselamatan data dan privasi pengguna.

2. Tingkat Suku bunga

Pada umumnya bunga pinjaman online lebih tinggi dari yang tertulis di deskripsi aplikasi. Beberapa biaya administrasi tambahan mungkin saja dibebankan kepada nasabah, sehingga banyak pengguna merasa kecewa karena harus membayar lebih banyak dari apa yang perkiraannya.

Oleh karena itu, jangan tergesa-gesa untuk mengajukan pinjanam sebelum Anda tahu berapa jumlah uang yang akan diterima, dan berapa jumlah yang harus Anda kembalikan.

3. Kemampuan membayar Pinjaman

Hal ini juga tidak kalah penting untuk dijadikan bahan pertimbangan, sebab pinjaman online yang beredar umumnya menawarkan KTA dengan tenggang waktu pendek dalam kurun waktu antara 7 – 30 hari. Jika tidak mempertimbangkan kemampuan membayar, pasti nasabah akan menemui masalah pembayaran dikemudian hari.

4. Pahami syarat dan ketentuan yang berlaku

Setiap aplikasi yang menawarkan pinjaman, pasti punya term and condition (Syarat dan ketentuan) yang digunakan untuk mengikat peraturan secara tertulis. Dengan menggunakan aplikasi, nasabah dianggap telah menyetujui syarat dan ketentuan tersebut.

Oleh karena itu, pertimbangkan untuk membaca syarat dan ketentuan yang disediakan oleh pihak penyedia pinjaman. Pikirkan adakah aturan yang berpotensi merugikan nasabah seperti misalnya pembagian data ke pihak ketiga dan aturan terselubung lainnya.

Tanpa mencari tahu hal ini maka dipastikan laporan nasabah yang merasa datanya dibagikan ke pihak lain akan timpang sebab dia sendiri yang menyetujui bahwa datanya bisa dibagikan ke pihak lain.

5. Cek review dari pengguna lain

Pengguna yang cerdas pasti akan melihat history dari aplikasi yang ingin digunakannya. Disini nasabah bisa tahu apakah aplikasi tersebut sering melakukan pelanggaran atau tidak.

Cara termudah untuk mengetahuinya adalah dengan melihat review pengguna lain di playstore. Cek mulai dari pelanggan yang puas hingga yang merasa kecewa dengan layanan tersebut. Selanjutnya simpulkan hasil tersebut dengan bijak.

Tinggalkan Balasan