Pemerintah Kota Surabaya Borong 200 Lebih Kamar Hotel Untuk Warga Reaktif Covid-19

0
Pemerintah Kota Surabaya Borong 200 Lebih Kamar Hotel Untuk Warga Reaktif Covid-19

Warnabiru.com – Pemerintah Kota Surabaya memgambil langkah-langkah cepat dalam menangani wabah virus corona. Diantaranya dengan memberikan fasilitas tempat tinggal bagi warga yang harus menjalani karantina atau isolasi. Pemkot telah memesan setidaknya 200 unit lebih kamar hotel bagi warga yang terkonfirmasi reaktif COVID-19.

Bagi warga yang berpotensi terinfeksi virus corona akan diberikan fasilitas berupa unit kamar hotel, sembari menunggu hasil dari tes swab dari rumah sakit.

Jika hasil dari tes yang dikeluarkan pihak rumah sakit menunjukkan positif, maka pasien akan dirujuk ke RS untuk mendapatkan perawatan lebih jauh.

“Sudah dua yang sudah dihuni warga yang reaktif saat rapid tes,” kata Camelia Habibah, Ketua Komisi A DPRD Surabaya.

BACA JUGA : BNPB Anjurkan Penerapan PSBB Seluruh Pulau Jawa

Pemkot Surabaya juga telah mengadakan Rapid tes di berbagai wilayah perkampungan. Salah satunya wilayah Rungkut Utara, hasilnya banyak warga yang terbukti reaktif dari virus corona. Dimana berdasarkan prosedur kesehatan, yang berstatus reaktif harus menjalani isolasi.

Habibah mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Surabaya adalah menyewakan hotel untuk pasien. Hal ini dilakukan supaya warga yang berstatus reaktif agar bisa menjani karantina, menghindari kontak langsung dari keluarga dekat dan lingkungan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona atau COVID-19.

Fraksi Partai PKB itupun penasaran dengan langkah-langkah yang dilakukan oleh pemerintah kota yang memborong banyak kamar hotel untuk warganya. Didampingi pegawai BPD Linmas, Habibah pun meninjau kondisi dari salah satu hotel yang telah di pesan.

“Sudah 222 kamar hotel yang dibooking pemkot untuk warganya yang reaktif saat rapid tes. Ini langkah kongkrit, tapi harus dilakukan dengan prosedur yang tepat. Jangan sampai ada klaster baru di hotel,” ujar Habibah.

Berdasarkan hasil dari peninjauan, Habibah mengamati bahwa hotel tersebut masih membuka pelayanan dan beroperasi seperti biasa. Tidak ada petugas kesehatan khusus yang ditugaskan di hotel tersebut, begitu juga protokol kesehatan untuk Covid-19 juga masih belum terlihat. Bahkan, layanan pesan dan antar makanan juga masih berjalan normal.

BACA JUGA: Tarif Iuran BPJS Naik, DPR : Kado Buruk Pemerintah Untuk Masyarakat Ditengah Pandemi Virus Corona

Habibah mengatakan bahwa tempat karantina atau isolasi yang paling tepat adalah Asrama Haji Sukolilo. Menurut informasi yang ia dapatkan, kamar hotel yang di pesan Pemkot senilai Rp200 ribu untuk setiap kamar dengan harga diskon.

“Ada baiknya dipikirkan hemat anggaran juga. Dana bisa dimanfaatkan untuk jaring pengaman sosial yang paling ditunggu warga. Kasihan RW dan RT jadi sasaran warga terdampak,” pungkas Habibah.

 

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini