Mengenal Jenis – Jenis Pajak Badan Usaha

0

Warnabiru.com, Jenis Pajak Badan Usaha –  Sebagai badan usaha resmi seperti PT, CV dan jenis lainnya, sangat diperlukan untuk membayar pajak. Salah satu jenis pajak yang harus dibayar adalah pajak penghasilan. Pajak penghasilan adalah pajak negara yang tidak dikenakan pada kemampuan ekonomi tambahan yang diterima atau diperoleh oleh wajib pajak. Singkatnya, pajak penghasilan adalah pajak yang harus dibayar oleh WP dan WP Entitas.

Sebagai pemilik perusahaan atau bisnis, tentu saja kita juga perlu tahu pajak penghasilan apa saja yang harus dibayarkan. Sehingga kondisi pencatatan akuntansi bisnis kita lebih baik untuk membantu dalam pengambilan keputusan keuangan.

Jenis-jenis Pajak Penghasilan yang Harus Dibayar

Dalam catatan akuntansi, pajak adalah salah satu transaksi yang juga harus dibayar oleh perusahaan atau pemilik bisnis, hampir setiap tahun. Untuk membayarnya dengan benar, kita perlu mengetahui jenis pajak penghasilan yang harus dibayar, ulasan berikut:

Pajak penghasilan pasal ke-21

Pajak ini adalah jenis pajak yang didasarkan pada pendapatan dalam bentuk gaji, honorarium, upah, tunjangan, dan pembayaran lain untuk produk atau layanan yang kami jual. Pajak PPh 21 ini dibayarkan dengan langsung memotong pendapatan setiap karyawan. Kemudian, pajak tersebut disetorkan ke pemerintah, dan berikan bukti pengurangan pajak penghasilan kepada karyawan Anda.

Pajak Penghasilan pasal ke- 22

Pajak penghasilan hal. 22 akan dipungut untuk wajib pajak orang pribadi atau perusahaan yang melakukan kegiatan impor atau dari pembeli untuk penjualan barang-barang mewah. Persentase yang digunakan untuk menghitung pajak ini bervariasi, tergantung pada kondisi pembayar pajak.

Pajak penghasilan pasal ke-23

Pajak ini akan dikurangkan oleh pemungut pajak dari WP, ketika melakukan transaksi dividen (untuk bagian laba), bunga, hadiah, royalti, sewa dan pendapatan lain yang terkait dengan penggunaan tanah, layanan, dan aset bangunan.

Pajak penghasilan pasal ke- 25

Jenis pajak penghasilan adalah angsuran pajak yang berasal dari jumlah pajak penghasilan terutang, sesuai dengan SPT tahunan. Ketentuan pajak ini harus dibayar dalam waktu satu tahun (maksimum) dan harus dibayar dalam jangka waktu tertentu. Kemudian, ketika membayar pajak nanti, itu juga harus dilakukan oleh pemilik bisnis sendiri.

Pajak Penghasilan pasal ke- 26

Mungkin, distribusi pembayaran gaji, dividen, royalti ke pajak luar negeri, diperlukan untuk mengurangi pph 26. Aturan pemotongan menggunakan persentase 20%. Semua pendapatan yang bersumber dari Indonesia, bahkan jika dinikmati di luar negeri, masih dikenakan pajak di Indonesia.

Pajak Penghasilan pasal ke-29

Jenis PPh 29 ini adalah PPh kurang bayar yang harus dinyatakan dalam SPT tahunan. Pajak ini ada karena jumlah pajak yang terhutang dalam bisnis atau perusahaan, menjadi lebih besar selama satu tahun. Pajak ini harus dibayar sebelum Anda melaporkan SPT tahunan ke kantor pajak, yaitu setiap 30 April.

Pajak Penghasilan Pasal 4 (ayat 2)

Selanjutnya, pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 juga dibayarkan pada beberapa jenis pendapatan yang diperoleh dan pengurangan pajak final. Pasal 4 ayat 2 ini memiliki tarif yaitu 1% jika bisnis menjalankan omset kurang dari 4,8 miliar per tahun

Pajak Penghasilan Pasal 15

Pasal PPh 15 wajib membayar untuk perusahaan yang beroperasi seperti di bidang pengeboran, panas bumi dan sebagainya. Jenis pajak ini harus dibayar sesuai dengan SKT saat mendaftar sebagai agen NPWP. Demikian beberapa presentasi mengenai beberapa jenis pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh pengusaha. Pastikan ini dicatat dalam akuntansi keuangan bisnis Anda.

 

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini