Lamongan Kini Punya Fasilitas Baru Penanganan COVID19

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

WARNABIRU.com - Kepala satuan tugas COVID-19 Doni Monardo memimpin upacara pembukaan melalui konferensi video pada hari Kamis di Fasilitas Isolasi dan Karantina Penyakit Menular di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Berbicara selama acara virtual, Doni menyatakan penghargaan untuk Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan atas keberhasilannya dalam membangun fasilitas hanya dalam lima minggu.

"Saya berharap pemerintah Lamongan akan mengelola fasilitas sebaik mungkin," katanya.

Doni juga berterima kasih kepada petugas kesehatan setempat atas kontribusinya dalam mitigasi wabah COVID-19 di wilayah tersebut.

"Kami yakin bahwa profesionalisme petugas kesehatan telah membantu warga Lamongan untuk mendapatkan layanan kesehatan terbaik," katanya.

Pada kesempatan yang sama, wakil menteri pekerjaan umum John Wempi Wetipo mengatakan bahwa fasilitas baru itu akan membantu layanan kesehatan kabupaten menyediakan perawatan yang lebih cepat untuk pasien COVID-19.

"Kami berharap bahwa pengembangan fasilitas isolasi dan pengamatan akan sangat bermanfaat untuk mempersempit penyebaran COVID-19 di Kabupaten Lamongan," kata John.

Fasilitas penyakit menular baru, yang mencakup 6.180 meter persegi tersebut adalah untuk menerima dan mengobati COVID-19 pasien dari Kabupaten Lamongan serta daerah lain di Jawa Timur, pusat penyebaran baru di Indonesia.

BACA JUGA: Peneliti UI: Deksametason Bukan Obat Perawatan Individu Untuk COVID19

Bupati Lamongan telah secara khusus meminta pengembangan fasilitas baru, karena kabupaten tersebut tidak memiliki rumah sakit COVID-19 yang ditunjuk meskipun merupakan daerah yang paling parah di Jawa Timur.

Fasilitas yang baru diresmikan terletak dekat dengan Dr. Rumah Sakit Umum Daerah Soegiri. Itu dilengkapi dengan ruang pemeriksaan, ruang karantina yang dapat menampung 75 pasien dan ruang isolasi menampung 7 pasien.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan Indonesia telah mulai mandiri dalam memproduksi peralatan medis dan peralatan kesehatan lainnya, termasuk peralatan pelindung diri (APD), berkat pandemi COVID-19.

Dia mengatakan ini dicapai dalam waktu sekitar tiga bulan dari wabah coronavirus baru yang menimpa Indonesia.

"Sekarang kami memiliki produsen peralatan kesehatan di setiap bagian dari jalur produksi, dari memasok bahan baku hingga memproduksi barang jadi. Produk-produk ini juga mematuhi standar internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia," kata Mahendra dalam sebuah diskusi virtual pada hari Rabu.

Dia menambahkan pandemi telah mengganggu rantai nilai global untuk peralatan kesehatan dan APD karena sebagian besar negara bergantung pada sangat sedikit negara lain yang memproduksinya. Mahendra menyebutnya "risiko yang tidak dapat diterima" yang mengakibatkan kekurangan global untuk APD dan obat-obatan.

"Berkat upaya bersama antara pemerintah dan pengusaha, kami telah berhasil membangun industri hulu dan hilir untuk peralatan kesehatan."

BACA JUGA: Palembang Resmi Cabut PSBB Meski Kasus COVID19 Masih Tinggi

Wakil menteri mengatakan dia tetap optimis bahwa pandemi juga akan menciptakan peluang baru, meskipun COVID-19 telah memukul ekonomi dengan keras.

Dia mengatakan Indonesia mencatat pada Mei ekspor non-migas terendah untuk sepuluh tahun terakhir.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan bahwa ekspor anjlok 28,95 persen tahun-ke-tahun (yoy) pada Mei menjadi US $ 10,53 miliar, terendah sejak Juli 2016, karena penurunan pengiriman batu bara, kopi, dan minyak sawit. Ekspor minyak dan gas turun 42,6 persen yoy menjadi $ 650 juta.

"Organisasi Perdagangan Dunia telah memperkirakan bahwa dunia akan menghadapi resesi ekonomi 6 persen karena pandemi, lebih dalam dari yang diperkirakan sebelumnya. Perdagangan global juga diperkirakan turun 25 hingga 30 persen tahun ini. Kami sudah merasakan dampaknya," kata Mahendra .

Wakil menteri mengatakan dia masih yakin negara itu dapat berhasil pulih dari krisis saat ini, seperti yang telah dilakukan untuk pulih dari Krisis Keuangan Asia 1997-1998.

“Krisis itu parah pada saat itu, karena tidak hanya memukul ekonomi. Namun, Indonesia berhasil mengubah krisis menjadi peluang. Saya sangat yakin kami bisa melakukan hal yang sama kali ini," kata Mahendra.

Berita Terkait

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

Alat Rapid Test Corona Buatan Indonesia yang Tengah Diperbincangkan

Warnabiru.com - Virus Corona benar - benar membuat semua pihak kalang - kabut. Bagaimana tidak penyebaran virus yang berasal dari Cina ini begitu cepat....

WHO Rilis Data Turunnya Akses Obat HIV di Tengah Krisis COVID-19

Warnabiru.com - Pandemi COVID-19 sekarang mengancam akses perawatan HIV / AIDS, karena negara-negara, termasuk Indonesia, berfokus pada penanggulangan penyakit pernapasan yang sangat menular.Organisasi Kesehatan...

Sri Mulyani: Masalah Administrasi Hambat Pengeluaran Anggaran COVID-19

Warnabiru.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa beberapa masalah administrasi telah menghambat upaya pemerintah untuk mengucurkan dana anggaran COVID-19 dengan cepat, ketika...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Warnabiru.com - Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites...

Beberapa Sekolah Sudah Memulai Tahun Ajaran Baru

Warnabiru.com - Setelah berbulan-bulan belajar dari rumah, siswa di beberapa daerah Indonesia kembali ke sekolah pada hari Senin sesuai dengan apa yang disebut protokol...

Selain Hakim di Aceh yang Dianiaya, Sederet Hakim Ini Juga Bernasib Sama

Seorang pria berinisial MUS ditahan Polres Aceh Timur karena melakukan pemukulan terhadap Hakim Mahkamah Syari'ah Idi, Salamat Nasution. Dalam laporan bernomir LP/79/Yan.1.6/VII/2020/SPKT tanggal 7...

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

2024, BP Tapera Akan Kelola Rp60 T Fokuskan Lembaga Pemerintah

Warnabiru.com - Badan pengelola program tabungan perumahan umum (BP Tapera) memperkirakan bahwa mereka akan mengumpulkan dan mengelola Rp60 triliun pada tahun 2024, sebagian besar...

Berita Pilihan

Selain Dilarang Berpakaian Ketat Ini Syariat Islam yang Diterapkan di Aceh

Warnabiru.com - Media sosial di Aceh dihebohkan dengan foto - foto dan video 10 perempuan berbaju seksi tengah bergowes ria berkeliling Kota Banda Aceh....

Para Konsumen yang Merasa Diketok Harga Oleh Pedagang

Warnabiru.com - Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus...

Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Tokopedia tengah menjadi sorotan karena pada Mei 2020 forum peretas Raidforums mengaku memiliki data 91 juta penggunanya. Tidak hanya itu data vital itu dijual...

Sama - Sama Berkuasa Lama Seperti Putin, Para Presiden Ini Bernasib Tragis

Warnabiru.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi berkuasa hingga 16 tahun lagi atau sampai tahun 2036. Hal itu dikonstitusionalkan secara legal lewat referendum...