KTA Kilat AkuLaku Tidak Bisa cair, Ini Penjelasannya

0

Sejak kemarin siang banyak pengguna aplikasi pinjaman mengeluh karena layanan KTA  kilat akulaku tidak bisa cair. Penyebabnya adalah pihak akulaku sedang menjalankan peningkatan system untuk memperbaiki kualitas layanan.

Banyak orang merasa panik dan mulai berspekulai bahwa akun mereka dibanned oleh pihak akulaku sehingga tidak bisa mencairkan dana pinjaman. Situasi ini terjadi karena pihak Akulaku tidak memberi pernyataan resmi terkait maintenance yang dilakukan sejak kamis kemarin.

Hal inilah yang membuat nasabah berinisial FD berpendapat bahwa akunnya dibanned, pernyataan tersebut muncul akibat pihak akulaku tidak memasang mode perawatan yang pada akhirnya membuat banyak orang kesal.

Seperti yang banyak dibicarakan banyak orang, banyak akun diretas dalam beberapa bulan terakhir serta laporan yang menjelaskan bahwa foto KTP dan data rekening nasabah bocor ke luar. Hingga saat ini pihak akulaku masih belum memberikan klarifikasi mengenai masalah tersebut.

Kenapa KTA kilat AkuLaku tidak bisa cair?

Dilaporkan sejak kamis lalu banyak pengguna mengalami masalah saat ingin mencairkan dana KTA kilat, dan masalah tersebut masih berlanjut hingga saat ini.

Saat dihubungi oleh tim warnabiru pada pukul 9 pagi tadi, pihak akulaku menjelaskan bahwa mereka sedang menjalani pemeliharaan rutin yang dijadwalkan baru akan seselai pada esok hari. Nasabah diminta bersabar dan mencoba lagi secara berkala.

Pengalaman ini tentu bisa dijadikan pelajaran bagi pengelola bisnis agar tidak seenaknya membenai situsnya tanpa ada pemberitahuan terlebih dulu. Sebagai perusahaan besar mereka harus menginformasikan penjadwalan tersebut pada nasabah atau setidaknya menampilakan mode perawatan.

Bagi nasabah, kejadian seperti ini bisa dijadikan pelajaran agar tidak mudah berspekulai sebelum mengetahui kebenarannya. Dalam hal ini sebaiknya ketahui ciri-ciri situs sedang menjalani pemeliharaan rutin dengan 5 cara ini.

1.Lihat pesan yang tampil

Saat mengalami kegagalan, pengguna bisa membaca pesan yang tampil dilayar smartphone. Jika disana tertulis code Eror 502 gateway atau bad network, maka bisa dipastikan situs sedang mengalami permasalahan teknis pada jaringan DNS. Jika pesan yang ditampilkan adalah mode perawatan semisal Peningkatan System atau Maintenance, Anda tidak perlu panik karena hal ini memang normal.

2.Cek melalui subdomain Akulaku

Cobalah mengunjungi subdomain akulaku dan lihat apakah ada yang salah? Kalau nasabah bermasalah pada bagian KTA, maka pastekan saja url ini pada bar browser Anda dan jalankan.

http://pinjaman.akulaku.com/

Jika Anda melihat tampilan url tersebut eror, berarti Akulaku sedang mengalami atau memperbaiki masalah teknis. Berikut tangkapan layar saat tim warnabiru mencoba mengunjungi url tersebut.

Dari gambar diatas kita bisa tau bahwa tim teknis akulaku sedang melakukan perbaikan agar situs bisa segera berjalan normal.

3.Tanyakan pada situs yang bersangkutan

Anda juga dapat langsung bertanya kepada pihak akulaku melalui sambungan Call Canter 1500920 atau email [email protected] setiap hari (senin-minggu pukul 08:00 – 21:30).
Menghubungi call center perusahaan melalui sambungan selluler tidak disukai banyaj orang karena biayanya terlalu mahal. Sedangkan email, butuh waktu lebih lama untuk mendapat jawaban dari dari pihak akulaku.

4.Cek review pengguna lain di playstore

Buka playstore dan temukan aplikasi akulaku dan lihat apakah pengguna lain juga mengeluhkan kejadian serupa. Jika iya, maka Anda tidak perlu panik karena system aplikasi sedang diperbaiki.

5.Cek status situs dengan tool online

Selain cara diatas, Anda juga bisa cek apakah status website Akulaku sedang Up/ Down. Jika hasilnya Up berarti situs baik-baik saja, namun jika down silahkan tunggu sampai situs berjalan normal kembali. Tool yang berguna untuk melihat status updown situs web dapat Anda temukan disini.

Itulah penjelasan warnabiru mengenai KTA kilat Akulaku tidak bisa cair. Punya pertanyaan pinjaman? Silahkan kirimkan komentar Anda dan kami akan segera membalasnya.

Tinggalkan Balasan