Kejaksaan Agung Tetapkan 13 Perusahaan Tersangka Kasus Jiwasraya

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com - Setelah sekitar enam bulan penyelidikan, Kejaksaan Agung telah menunjuk 13 perusahaan pengelola aset dan pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang di sekitar perusahaan asuransi milik negara PT Asuransi Jiwasraya.

Jiwasraya dituduh salah kelola ketika menginvestasikan pendapatan premi dari JS Saving Plan, salah satu produk asuransi perusahaan, dalam berbagai aset. Akibatnya, gagal membayar Rp 16 triliun dalam polis yang jatuh tempo pada bulan Februari kepada pemegang polisnya.

Juru bicara Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan bahwa wakil komisioner OJK untuk pemantauan pasar modal, yang diidentifikasi hanya sebagai FH, adalah tersangka baru dalam kasus ini. Kantor menuduhnya penyalahgunaan kekuasaan, yang diduga membuka jalan bagi salah urus investasi Jiwasraya selama masa jabatan FH sebagai kepala departemen pemantauan pasar modal OJK dari 2014 hingga 2017.

Kepala departemen pemantauan pasar modal di OJK dari 2014 hingga 2017 adalah Fakhri Hilmi.

"Meskipun menjadi tersangka dalam kasus ini, kami belum menangkap pejabat OJK sampai sekarang," kata Hari saat konferensi pers pada hari Kamis (25/6).

BACA JUGA: KPU Tetapkan Pemilu Dilaksanakan Pada 9 Desember

Hari juga mengumumkan bahwa 13 perusahaan manajemen aset bernama tersangka dalam kasus ini. Kejaksaan menuduh perusahaan salah mengatur atau mencuci pendapatan premi yang dikumpulkan oleh Jiwasraya dari 2014 hingga 2018.

Perusahaan-perusahaan tersebut diduga menyebabkan kerugian negara sejumlah Rp 12,35 triliun, 73,46 persen dari total kerugian negara Rp16,81 triliun yang ditimbulkan oleh kesalahan manajemen investasi Jiwasraya yang diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari 2008 hingga 2018.

Undang-undang tahun 2001 tentang kejahatan korupsi memungkinkan otoritas hukum Indonesia untuk menyebutkan nama para tersangka perusahaan. Namun, Kejaksaan belum menyebutkan nama eksekutif perusahaan yang dicurigai sebagai investigasi yang sedang berlangsung.

Kejaksaan juga mencari kemungkinan alasan mengapa Jiwasraya memutuskan untuk mempercayakan perusahaan mengelola dana.

“Kami menuduh semua tersangka melanggar hukum untuk kepentingan pribadi mereka, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi 1999,” kata Hari. "Kami juga menuduh bahwa perusahaan melakukan pencucian uang."

Sebelum pengumuman, Kejaksaan telah menunjuk enam tersangka dalam kasus ini termasuk tiga mantan eksekutif Jiwasraya, yaitu mantan direktur utama Hendrisman Rahim, mantan direktur keuangan Hary Prasetyo dan mantan kepala divisi keuangan dan investasi Syahmirwan.

Kantor tersebut juga menyebutkan tiga tersangka lainnya: PT Hanson International presiden direktur Benny Tjokrosaputro, PT Trada Alam Minera komisaris utama Heru Hidayat dan direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto.

BACA JUGA: Jaksa Tolak Argumen Pembelaan Kasus Serangan Novel Baswedan

Para tersangka sekarang adalah terdakwa, setelah menjalani sidang pertama pada 4 Juni. Berikut ini adalah daftar 13 perusahaan yang disebut tersangka:

1.PT Dhanawibawa Manajemen Investasi / Pan Arcadia Capital
2. PT OSO Manajemen Investasi
3. PT Pinacle Persada Investasi
4. PT Milenium Danatama
5. PT Prospera Aset Manajemen
6. PT MNC Aset Manajemen
7. PT. Maybank Aset Manajemen
8. PT GAP Capital
9. PT Jasa Capital Aset Manajemen
10.PT Pengelolaan Aset Kolam Advista
11. PT Corfina Capital
12. PT Treasure Fund Investama Indonesia
13. PT Sinarmas Aset Manajemen

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan ia telah menerima beberapa ancaman sejak menjadi menteri, terutama setelah mengambil tindakan tegas terhadap dugaan kasus korupsi yang melibatkan dua perusahaan asuransi milik negara, Asuransi Jiwasraya dan Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

"Ancaman menjadi konsumsi harian saya, terutama setelah kasus Jiwasraya dan Asabri dibuka," katanya kepada wartawan di Jakarta.

Terlepas dari ancaman itu, Erick berjanji untuk terus melakukan pekerjaannya dengan baik dan memberikan yang terbaik yang dia bisa untuk meningkatkan kinerja BUMN dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Berita Terkait

MRT Jakarta Percepat Proyek Pembangunan di Tiga Titik

Warnabiru.com - Sebagai ibu kota yang terkenal di seluruh dunia karena masalah lalu lintasnya, Jakarta telah berupaya mengalihkan perkembangannya ke model mobilitas perkotaan yang...

Kasus COVID-19 di Jakarta Belum Melambat Meskipun Faskes Ditingkatkan

Warnabiru.com - Munculnya kasus COVID-19 baru di Jakarta, pusat wabah nasional pertama, tidak menunjukkan tanda-tanda melambat meskipun ada klaim bahwa ibukota jauh lebih siap...

Pembebasan Bersyarat John Kei Dicabut Atas Tuduhan Tersangka Pembunuhan

Warnabiru.com - Dewan Pemasyarakatan Bogor (Bapas) telah membatalkan pembebasan bersyarat bagi John Refra Kei alias John Kei setelah penangkapannya baru-baru ini karena dugaan keterlibatan...

IPW Menghembuskan 8 Calon Kapolri Pengganti Jenderal Idham Azis

Indonesia Police Watch (IPW) menghembuskan nama-nama jenderal yang masuk ke dalam bursa calon Kapolri berikutnya. Terdapat 8 nama yang dibeberkan berpotensi jadi...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Warnabiru.com - Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites...

Beberapa Sekolah Sudah Memulai Tahun Ajaran Baru

Warnabiru.com - Setelah berbulan-bulan belajar dari rumah, siswa di beberapa daerah Indonesia kembali ke sekolah pada hari Senin sesuai dengan apa yang disebut protokol...

Selain Hakim di Aceh yang Dianiaya, Sederet Hakim Ini Juga Bernasib Sama

Seorang pria berinisial MUS ditahan Polres Aceh Timur karena melakukan pemukulan terhadap Hakim Mahkamah Syari'ah Idi, Salamat Nasution. Dalam laporan bernomir LP/79/Yan.1.6/VII/2020/SPKT tanggal 7...

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

2024, BP Tapera Akan Kelola Rp60 T Fokuskan Lembaga Pemerintah

Warnabiru.com - Badan pengelola program tabungan perumahan umum (BP Tapera) memperkirakan bahwa mereka akan mengumpulkan dan mengelola Rp60 triliun pada tahun 2024, sebagian besar...

Berita Pilihan

Selain Dilarang Berpakaian Ketat Ini Syariat Islam yang Diterapkan di Aceh

Warnabiru.com - Media sosial di Aceh dihebohkan dengan foto - foto dan video 10 perempuan berbaju seksi tengah bergowes ria berkeliling Kota Banda Aceh....

Para Konsumen yang Merasa Diketok Harga Oleh Pedagang

Warnabiru.com - Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus...

Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Tokopedia tengah menjadi sorotan karena pada Mei 2020 forum peretas Raidforums mengaku memiliki data 91 juta penggunanya. Tidak hanya itu data vital itu dijual...

Sama - Sama Berkuasa Lama Seperti Putin, Para Presiden Ini Bernasib Tragis

Warnabiru.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi berkuasa hingga 16 tahun lagi atau sampai tahun 2036. Hal itu dikonstitusionalkan secara legal lewat referendum...