Jurnalis Menjadi Korban Doxing Siap Tempuh Jalur Hukum

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com - Doxing adalah penyebarluasan informasi pribadi kepada publik. Hal ini dialami oleh jurnalis media online Liputan6.com bernama Cakrayuni Nuralam. Dalam kasus ini alamat rumah, nomor telepon hingga foto bayinya disebarkan ke publik oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dilansir dari kompas.com Doxing yang dialami Cakrayuni Nuralam berawal saat dirinya menulis tentang artikel berjudul "Cek Fakta : Tidak Benar Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Cucu Pendiri PKI di Sumbar," tulisan itu sendiri dipublikasikan pada Kamis, 10 September 2020.

Serangan doxing ini terjadi secara masif dari Jumat, 11 September 2020 dengan pelakunya adalah akun Instagram @d34th.5kull. Di postinan akun instagram tersebut menuliskan narasi sebagai berikut.

"mentioned you in a comment: PEMANASAN DULU BRO??
No Baper ye jurnalis media rezim .
Hello cak @cakrayurinuralam .
Mau tenar kah,ogut bantu biar tenar ???? .
#d34th_5kull
#thewarriorssquad
#MediaPendukungPKI"

Juga membagikan alamat surel Cakrayuni Nuralam, alamat surel Cakrayuni Nuralam, bama akun media sosial Cakrayuni Nuralam dan nomor seluler milik Cakrayuni Nuralam.

Terkait hal yang dialami oleh jurnalisnya ini, pihak Liputan6.com secara tegas akan menempuh jalur hukum. Hal tersebut dibenarkan oleh Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati.

"Karena doxing adalah bentuk tindakan kekerasan dan jelas sangat berbahaya apalagi mencantumkan link yang mengarah ke alamat rumah, foto keluarga, termasuk foto anak bayi sang wartawan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi berita yang ditulis," ucap Irna Gistiawati di siaran persnya pada Sabtu, 12 September 2020.

Selain itu Irna Gistiawati menjelaskan bahwa tindakan doxing adalah tindakan berbahaya.

"Menjadikan wartawan sebagai sasaran dengan melakukan tindakan kekerasan seperti doxing, bukan saja salah alamat, tapi sangat berbahaya," jelas Irna Gistiawati.

Seperti diketahui apabila ada pihak yang keberatan dengan sebuah pemberitaan jurnalistik. Sebaiknya menggunakan hak jawab yakni dengan bertanya secara langsung ke pihak redaksi secara terbuka.

Nanti pihak redaksi akan menjawab keberatan tersebut dengan terbuka.
Hal tersebut sesuai dengan Undang - Undang Pers No 40 tahun 1999 Tentang Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Senada dengan Pemimpin Redaksi Liputan6.com pihak Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, menilai tindakan doxing adalah salah satu bentuk menghalang - halangi aktivitas jurnalis. Dimana ancaman penjaranya paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Sehingga tindakan doxing terhadap jurnalis sangat dikutuk. Hal tersebut dibenarkan oleh ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani. "AJI Jakarta mengutuk segala bentuk teror terhadap jurnalis dan media massa yang menjalankan kerja - kerja jurnalistik." ucap Asnil Bambani dalam siaran persnya pada, Sabtu, 12 September 2020.

FB Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Begini Tips Agar Suami Makin Betah di Rumah

Warnabiru.com - Bagi seorang wanita yang sudah menikah, keberhasilan yang sesungguhnya bukan tentang karir di luar rumah, bukan tentang...

Ternyata Generasi Jadul Lebih Hebat Dibandingkan Generasi Milenial, Ini Buktinya!

Apa perbedaan anak jaman dulu dengan sekarang? dan mana yang lebih hebat? Simak penjelasan mengenai Ternyata Generasi Jadul Lebih Hebat disini.Banyak pendapat yang mengatakan...

La Liga 2020/21: Preview dan Prediksi Atletico Madrid vs Granada

Pertandingan La Liga Musim 2020/21 Pekan ke-3 antara Atletico Madrid dengan Granada akan berlangsung pada hari Minggu 27 September 2020 pukul 21.00 WIB -...

Ustad Abdul Somad Dijaga Saat Ceramah di Lampung Pasca Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Warnabiru.com - Dalam sebuah ceramah yang diisi oleh Ustad Abdul Somad (UAS) terlihat dirinya dijaga personil TNI. Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Kabid...

Serie A 2020/21: Preview dan Prediksi Crotone vs AC Milan

Pertandingan Serie A Musim 2020/21 Pekan ke-2 antara Crotone dengan AC Milan akan berlangsung pada hari Minggu 27 September 2020 pukul 23.00 WIB -Stadio...

Berita Pilihan

Sudah Tua Serta Mengakui Kesalahannya Motif Ahok Ingin Mencabut Laporan Penghinaan Dirinya

Warnabiru.com - Basuki Thajaja Purnama atau lebih dikenal Ahok berbesar hati untuk memaafkan tersangka yang mencemarkan nama baiknya di media sosial. Hal tersebut ditunjukkan...

Fakta Lain Kasus Mutilasi di Kalibata Mulai dari Sempat Main Game, Belum Makan Berhari - Hari Hingga Berprofesi Guru Les Kimia

Warnabiru.com - Terdapat fakta lain dari kasus penemuan potongan tubuh mayat yang ditemukan di Apartemen Kalibata City.Ternyata saat proses memutilasi tubuh korban Rinaldi Harley...

Ratusan Demonstran Perempuan Ditangkap Dalam Demonstrasi di Belarus

Warnabiru.com - Dalam rangka unjuk rasa menentang kemenangan Presiden Belarus, Alexander Lukhashenko atas pesaingnya Svetlana Tikhnavskaya di Pemilu Belarus silam. Ratusan wanita ditangkap polisi...

Tanggapan MA Terkait Pernyataan KPK yang Menyatakan MA Sering Memotong Hukuman Penjara Koruptor

Warnabiru.com -Mahkamah Agung menolak pernyataan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan Mahkamah Agung (MA) sering menyunat hukuman penjara napi koruptor.Hal tersebut dibenarkan oleh juru...