5 Jenis Pajak Penghasilan Yang Perlu Diketahui

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...
Tim Redaksi
Mengulas berbagai informasi seputar bisnis, finansial dan teknologi.

Warnabiru.com, jenis pajak penghasilan - Pajak penghasilan (PPh) adalah pajak yang dikenakan pada objek pajak dalam bentuk pendapatan yang diterima oleh wajib pajak. Apa yang dimaksud dengan penghasilan? Pasal 4 UU No. 36 tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan menjelaskan penghasilan yang dikenakan pajak, yaitu setiap kemampuan ekonomi tambahan yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari di luar Indonesia, yang dapat digunakan untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun. Artikel ini mengajak Anda untuk mengenal jenis pajak penghasilan yang perlu diketahui.

5 Jenis Pajak Penghasilan Yang Perlu Diketahui

1. Pajak Penghasilan Pasal 21

Pajak Penghasilan 21 adalah pajak atas penghasilan dalam bentuk gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dalam nama dan bentuk apa pun sehubungan dengan pekerjaan atau posisi, layanan, dan kegiatan yang dilakukan oleh perorangan yang merupakan subjek pajak domestik. Penerima pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan 21 termasuk karyawan, penerima pensiun atau pesangon, non-karyawan, mantan karyawan, anggota dewan komisaris, dan peserta yang memperoleh penghasilan.

Karyawan perusahaan termasuk dalam subjek pajak karena mereka memperoleh penghasilan dari pekerjaan mereka. Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-16 / PJ / 2016, Pasal 2, majikan adalah pengurang pajak untuk pajak penghasilan karyawan. Kemudian perusahaan melaporkan dan menyetor pajaknya ke negara, dan memberikan bukti pengurangan kepada karyawan.

Dalam Pasal 17 ayat (1) UU No. 36/2008, tarif PPh 21 untuk wajib pajak orang pribadi masing-masing adalah 5 persen, 15 persen, 25 persen, dan 30 persen, menurut lapisan Penghasilan Kena Pajak (PKP).

2. Pajak Penghasilan Pasal 22

UU No. 36/2008 menyebutkan Pasal 22 Pajak Penghasilan sebagai bentuk pengurangan pajak atau perpajakan yang dilakukan oleh satu pihak terhadap wajib pajak dan terkait dengan kegiatan perdagangan barang. PPh 22 berlaku untuk pembayar pajak badan usaha tertentu yang dimiliki oleh pemerintah dan sektor swasta yang mengekspor, mengimpor dan mengimpor kembali, termasuk penjualan barang yang diklasifikasikan sebagai sangat mewah.

Pajak Penghasilan 22 umumnya dikenakan untuk barang atau komoditas yang dianggap bermanfaat bagi penjual atau pembeli, sehingga pajak penghasilan dapat dikenakan atas penjualan atau pembelian. Provisi untuk Pajak Penghasilan 22 relatif lebih rumit daripada pajak penghasilan lainnya karena pengumpul, objek pajak dan tarif sangat bervariasi.

3. Pajak Penghasilan Pasal 23

Pajak penghasilan Pajak penghasilan 23 adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan dari modal, pemberian layanan, atau hadiah dan penghargaan, selain pajak penghasilan 21. Ada 62 jenis layanan yang dikenakan pajak penghasilan 23, seperti akuntansi, hukum, arsitektur, perencanaan kota, desain, instalasi listrik / mesin, ke internet.

Penghasilan yang dimaksud timbul karena transaksi antara penerima pendapatan (penyedia layanan) dengan penyedia pendapatan (pengguna layanan). Penyedia pendapatan memotong PPh 23, memberikan bukti pemotongan, dan melaporkannya melalui SPT Pajak Penghasilan Periode 23 ke kantor pajak.

Tarif pajak penghasilan 23 yang dikenakan pada nilai Pengenaan Pajak Dasar (DPP) atau jumlah pendapatan bruto adalah 15 persen dan 2 persen, tergantung pada objek pajak penghasilan 23.

4. Pajak Penghasilan Pasal 25

Pajak Penghasilan 25 adalah pajak penghasilan yang dibayarkan berdasarkan sistem angsuran, yang tujuannya adalah untuk meringankan beban wajib pajak yang harus membayar pajak terhutang dalam satu tahun. Keterlambatan pembayaran PPh 25 mengakibatkan wajib pajak dikenakan bunga 2 persen per bulan dari tanggal jatuh tempo hingga tanggal pembayaran.

Ada dua jenis angsuran PPh 25 untuk wajib pajak orang pribadi:

1. Wajib Pajak Pengusaha Perorangan Tertentu (WP-OPPT), yaitu mereka yang melakukan bisnis penjualan barang grosir dan eceran, dan jasa, dengan satu atau lebih tempat usaha. Tarif pajak adalah 0,75 persen dari omset bulanan di setiap tempat bisnis.

2. Wajib Pajak Orang Pribadi Selain Pengusaha Tertentu (WP-OPSPT), yaitu pekerja gratis atau karyawan yang tidak memiliki usaha sendiri, dan tarif Pasal 17 ayat (1) berlaku.

5. Pajak Penghasilan Pasal 29

Pajak Penghasilan Pasal 29 adalah pajak penghasilan yang kurang bayar dinyatakan dalam Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan Tahunan, yaitu sisa dari pajak penghasilan yang terhutang pada tahun pajak yang bersangkutan dikurangi dengan kredit PPh (Pasal 21, 22, 23, dan 24) dan Pasal 25 pajak penghasilan. Wajib Pajak harus membayar kekurangan pembayaran pajak yang harus dibayar sebelum pengembalian pajak disampaikan.

 

Pos Terkait

Cara Membuat Laporan Keuangan Rugi Laba

Warnabiru.com, Membuat Laporan Keuangan - Dalam suatu bisnis pembuatan laporan keuangan sangat penting untuk mengetahui perkembangan atau pergerakan suatu perusahaan. Pada artikel ini kita...

Mengenal Jenis - Jenis Pajak Badan Usaha

Warnabiru.com, Jenis Pajak Badan Usaha -  Sebagai badan usaha resmi seperti PT, CV dan jenis lainnya, sangat diperlukan untuk membayar pajak. Salah satu jenis...

Memahami Komponen Laporan Keuangan

Warnabiru.com - Komponen laporan keuangan adalah makna atau konstruksi yang sengaja ditentukan dalam proses akuntansi untuk melambangkan atau mewakili realitas kegiatan bisnis suatu entitas bisnis....

Perbedaan SPT Tahunan Dan SPT Bulanan

Perbedaan SPT Tahunan Dan SPT Bulanan - Mungkin di benak hampir semua orang yang baru saja berada di dunia bisnis bingung tentang apa perbedaan...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Artis Ini Nasibnya Lebih Tragis Dari Via Vallen, Yakni Dibunuh Fans Berat !

Nasib apes dialami oleh penyanyi cantik Via Vallen. Pasalnya mobil kesayangannya yakni Toyota Alphard miliknya dibakar oleh fansnya yang...

Alasan Mengapa Banyak Orang Enggan Lakukan Rapid Test

Warnabiru.com - Infeksi COVID-19 yang semakin tinggi di Indonesia tidak membuat orang ingin untuk menjalani tes COVID-19, sebagian besar karena masalah ketenagakerjaan dan rasa...

Selain Dilarang Berpakaian Ketat Ini Syariat Islam yang Diterapkan di Aceh

Warnabiru.com - Media sosial di Aceh dihebohkan dengan foto - foto dan video 10 perempuan berbaju seksi tengah bergowes ria berkeliling Kota Banda Aceh....

Harga Rapid Test Tak Tentu, Ombudsman: Jadi Komoditas Komersil

Warnabiru.com - Ombudsman Indonesia telah mendesak pemerintah untuk meninjau kembali peraturan tentang harga rapid test COVID-19. Ini dilakukan karena mungkin ada perbedaan harga antara...

Para Konsumen yang Merasa Diketok Harga Oleh Pedagang

Warnabiru.com - Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus...

Pilihan Editor