Ekonom: Pemulihan Ekonomi Masih Lambat Meski PSBB Dicabut

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com - Melonggarkan PSBB di berbagai wilayah di Indonesia tidak akan memberikan dorongan instan ke sektor ritel karena masih banyak konsumen yang waspada dan membatasi kunjungan mereka di tengah peningkatan kasus COVID-19.

Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Anthony Kevin menemukan bahwa konsumen tidak langsung berduyun-duyun datang ke mal meskipun telah dibuka kembali.

“Hidup tapi agak mati. Inilah yang kami pikirkan ketika mengunjungi beberapa mal di Jakarta dan Bekasi karena kami menemukan bahwa orang masih menahan diri untuk mengunjungi mal,” tulisnya dalam catatan penelitian.

“Berbeda sekali dengan kunjungan minimum ke barang-barang tahan lama, selain toko-toko makanan dan minuman, orang masih bergegas ke supermarket untuk membeli kebutuhan dasar, sambil tetap waspada tentang menjaga kesehatan mereka dengan membeli vitamin di toko-toko obat. ”

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diimplementasikan di beberapa daerah, seperti pusat bisnis Jakarta, Bandung di Jawa Barat, dan Surabaya di Jawa Timur, memaksa pengecer, pabrik, dan kantor tutup untuk membendung penyebaran virus korona, sangat membatasi permintaan karena orang lebih sering tinggal di rumah.

Penjualan ritel merosot 7,5 persen tahun ke tahun (yoy) pada bulan April, menandakan konsumsi swasta yang lebih lemah. Sementara itu, sektor perdagangan, jasa dan investasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat penurunan 21,87 persen sepanjang tahun ini karena investor telah melepas saham tersebut. Indeks utama, Jakarta Composite Index (JCI), kehilangan lebih dari 22 persen dari nilainya selama periode yang sama.

Analis ekuitas Mirae Christine Natasya dalam sebuah catatan penelitian mengharapkan sektor ritel pulih secara bertahap mulai paruh kedua tahun ini menyusul keputusan pemerintah untuk menunda liburan bersama Idul Fitri hingga Desember. Penundaan liburan dilakukan untuk mencegah orang-orang mudik dalam upaya untuk mengekang penyebaran COVID-19.

BACA JUGA: BPKP: Belum Ada Laporan Rencana Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi di Daerah

Keputusan pemerintah untuk secara bertahap mencabut PSBB telah memungkinkan pusat perbelanjaan membuka kembali pintu mereka untuk kembali berbisnis, meskipun secara terbatas dan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menandatangani pada 19 Juni sebuah keputusan tentang pedoman kesehatan untuk fasilitas umum, termasuk hotel, restoran dan pusat perbelanjaan. Perusahaan semacam itu wajib menyediakan pembersih tangan di ruang publik, membersihkan area dengan desinfektan setidaknya tiga kali sehari dan menjaga ventilasi yang baik.

Merupakan kewajiban bagi karyawan dan tamu untuk menjalani pemeriksaan suhu dan mengenakan masker. Sementara itu, batas 50 persen pada kapasitas tempat yang telah banyak digunakan oleh bisnis tidak termasuk dalam keputusan tersebut, yang sebaliknya memiliki aturan jarak 1 meter.

Analis ekuitas Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga mengatakan pada hari Kamis bahwa pembukaan kembali mal mungkin tidak serta merta meningkatkan kinerja pengecer karena pandemi COVID-19 tidak menunjukkan tanda-tanda surut.

"Selama jumlah kasus yang dikonfirmasi belum menunjukkan tanda-tanda melambat, konsumen akan lebih memilih untuk menyimpan uang mereka daripada pergi berbelanja," katanya.

Indonesia mencatat lebih dari 1.200 kasus COVID-19 baru yang dikonfirmasi pada hari Jumat (26/6), sehingga jumlah total infeksi menjadi lebih dari 50.100 dengan setidaknya 2.600 kematian.

Maximilianus percaya pemulihan dalam kinerja perusahaan ritel mungkin tidak terjadi sebelum tahun depan.

"Pemulihan akan mulai terjadi jika penyebaran virus menurun, para ilmuwan menemukan vaksin untuk virus atau pemerintah menyediakan paket stimulus fiskal dan moneter yang sangat besar," katanya.

BACA JUGA: COVID-19: Tren Infeksi Meningkat, Risma Tetap Cabut PSBB

Meskipun proyeksi suram, beberapa saham memiliki keunggulan dibandingkan pengecer publik lainnya. "Pengecer yang memiliki keberadaan online dapat menuai lebih banyak keuntungan karena pelanggan masih akan memiliki alternatif belanja," kata Maximilianus.

Pengecer publik PT MAP Aktif Adiperkasa chief digital officer Amit Keswani tampaknya mengelola ekspektasi perusahaannya, bersama dengan perusahaan induknya yang terdaftar secara publik PT Mitra Adiperkasa (MAP), tentang prospek bisnis tahun ini.

Penjualan MAP Aktif melonjak 19,2 persen yoy menjadi Rp 7,4 triliun (US $ 517,61 juta) pada 2019, sementara laba bersihnya meroket 96,14 persen yoy menjadi Rp 693,18 miliar.

Sementara itu, MAP mencatat kenaikan penjualan 12,47 persen menjadi Rp 8,14 triliun tahun lalu dengan laba bersih Rp 1,03 triliun, naik 6,8 persen yoy.

Berita Terkait

BPKP: Belum Ada Laporan Rencana Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi di Daerah

Warnabiru.com - Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) telah menemukan bahwa banyak pemerintah daerah belum menyiapkan program dan langkah-langkah yang memadai untuk mengurangi dampak ekonomi dari...

COVID-19: Tren Infeksi Meningkat, Risma Tetap Cabut PSBB

Warnabiru.com - Surabaya, ibukota Jawa Timur, terus menyerukan agar pembatasan skala besar (PSBB) dijalankan kembali. PSBB di Surabaya secara resmi dicabut awal bulan ini,...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Warnabiru.com - Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites...

Beberapa Sekolah Sudah Memulai Tahun Ajaran Baru

Warnabiru.com - Setelah berbulan-bulan belajar dari rumah, siswa di beberapa daerah Indonesia kembali ke sekolah pada hari Senin sesuai dengan apa yang disebut protokol...

Selain Hakim di Aceh yang Dianiaya, Sederet Hakim Ini Juga Bernasib Sama

Seorang pria berinisial MUS ditahan Polres Aceh Timur karena melakukan pemukulan terhadap Hakim Mahkamah Syari'ah Idi, Salamat Nasution. Dalam laporan bernomir LP/79/Yan.1.6/VII/2020/SPKT tanggal 7...

Masalah Regulasi Batasi Indonesia dalam Rantai Farmasi Global

Warnabiru.com - Kini, dunia sedang berlomba untuk memerangi pandemi COVID-19. Namun, Indonesia justru bisa kehilangan kesempatan untuk meningkatkan perannya dalam rantai nilai global industri...

2024, BP Tapera Akan Kelola Rp60 T Fokuskan Lembaga Pemerintah

Warnabiru.com - Badan pengelola program tabungan perumahan umum (BP Tapera) memperkirakan bahwa mereka akan mengumpulkan dan mengelola Rp60 triliun pada tahun 2024, sebagian besar...

Berita Pilihan

Selain Dilarang Berpakaian Ketat Ini Syariat Islam yang Diterapkan di Aceh

Warnabiru.com - Media sosial di Aceh dihebohkan dengan foto - foto dan video 10 perempuan berbaju seksi tengah bergowes ria berkeliling Kota Banda Aceh....

Para Konsumen yang Merasa Diketok Harga Oleh Pedagang

Warnabiru.com - Seorang pemilik mobil merasa diketok harga saat dirinya melakukan tambal ban mobilnya. Akun instagram bernama @chieagoestine merasa dongkol dan kecewa karena harus...

Selain Tokopedia Perusahaan Ini Juga Mengalami Peretasan Data Konsumen Bahkan Sampai Bayar Hacker

Tokopedia tengah menjadi sorotan karena pada Mei 2020 forum peretas Raidforums mengaku memiliki data 91 juta penggunanya. Tidak hanya itu data vital itu dijual...

Sama - Sama Berkuasa Lama Seperti Putin, Para Presiden Ini Bernasib Tragis

Warnabiru.com - Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi berkuasa hingga 16 tahun lagi atau sampai tahun 2036. Hal itu dikonstitusionalkan secara legal lewat referendum...