Draft Resolusi Penanggulangan Terorisme Indonesia di PBB Ditolak Amerika Serikat

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com - Tahun 2020 Indonesia memegang Presiden di Dewan Keamanan Persatuan Bangsa Bangsa (DK PBB), sehingga mempunyai hak mengajukan draft resolusi ke badan PBB. Apabila disetujui mayoritas negara di PBB maka draft resolusi itu menjadi resolusi PBB.

Tahun ini Indonesia mengusulkan draft resolusi antiteroisme dari 14 negara DK PBB mendukung draft resolusi anti terorisme tersebut. Namun Amerika Serikat memvetonya sehingga gagal dijadikan resolusi antiterorisme di PBB.
Hal tersebut dibenarkan oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam konferensi persnya secara virtual.

"Satu resolusi usulan Indonesia mengenai penanggulangan terorisme. juga telah mendapat dukungan 14 negara. Seluruh negara anggota DK PBB menyesalkan pengunaan veto terhadap resolusi tersebut," ucap Retno Marsudi pada konferensi persnya secara daring pada Jumat, 4 September 2020.

Sebagai negara yang mempunyai hak veto karena merupakan anggota permanen Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa - Bangsa, Amerika mempunyai hak membatalkan draft resolusi anti terorisme usulan Indonesia tersebut.

Amerika Serikat sendiri mempunyai alasan mengapa mengajukan hak vetonya dalam draft resolusi anti terorisme ini. Alasan tepatnya karena dalam isi draft resolusi itu tidak mencantumkan pemulangan teroris asing ke negara awal. Menurut Amerika Serikat hal itu penting karena hal tersebut merupakan salah satu inti dari cara menanggulangi terorisme.

Dilansir dari detik.com bahkan Duta Besar AS menilai dratf resolusi itu sebuah lelucon. "Resolusi ini gagal total mencapai tujuan utamanya, dan AS tidak akan berpartisipasi dalam lelucon yang sinis dan abai ini," ucap Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft.

Keterangan itu ditulis di halaman resminya pada 31 Agustus 2020. Bahkan Kelly Craft menyarankan agar tidak perlu adanya draft resolusi antiterorisme ini. Sebab seperti yang dijelaskan awal karena tidak memuat pemulangan teroris di negara lain ke negara awal.

"Resolusi Indonesia di hadapan kita ini seharusnya dibuat untuk menguatkan tindakan internasional dalam melawan terorisme, tapi malah lebih buruk ketimbang tidak ada resolusi sama sekali," ucap Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft.

Salah satu alasan mengapa dalam draft resolusi antiterorisme itu tidak mencantumkan pemulangan teroris asing ke negara masing - masing. Karena Pemerintah Indonesia sendiri menolak ratusan WNI eks ISIS kembali ke Indonesia. Dengan alasan dasar dikhawatirkan dapat menyebarkan paham radikal ISIS ke lingkungan sekitar.

Selain itu sebelumnya para WNI eks ISIS ini telah membuat status kewarganegaraan mereka sendiri. Sehingga otomatis status WNI mereka gugur, hal tersebut sesuai dengan Undang - Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan.

FB Komentar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Berita Terbaru

Begini Tips Agar Suami Makin Betah di Rumah

Warnabiru.com - Bagi seorang wanita yang sudah menikah, keberhasilan yang sesungguhnya bukan tentang karir di luar rumah, bukan tentang...

Ternyata Generasi Jadul Lebih Hebat Dibandingkan Generasi Milenial, Ini Buktinya!

Apa perbedaan anak jaman dulu dengan sekarang? dan mana yang lebih hebat? Simak penjelasan mengenai Ternyata Generasi Jadul Lebih Hebat disini.Banyak pendapat yang mengatakan...

La Liga 2020/21: Preview dan Prediksi Atletico Madrid vs Granada

Pertandingan La Liga Musim 2020/21 Pekan ke-3 antara Atletico Madrid dengan Granada akan berlangsung pada hari Minggu 27 September 2020 pukul 21.00 WIB -...

Ustad Abdul Somad Dijaga Saat Ceramah di Lampung Pasca Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Warnabiru.com - Dalam sebuah ceramah yang diisi oleh Ustad Abdul Somad (UAS) terlihat dirinya dijaga personil TNI. Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Kabid...

Serie A 2020/21: Preview dan Prediksi Crotone vs AC Milan

Pertandingan Serie A Musim 2020/21 Pekan ke-2 antara Crotone dengan AC Milan akan berlangsung pada hari Minggu 27 September 2020 pukul 23.00 WIB -Stadio...

Berita Pilihan

Tidak Mendapatkan Keadilan Alasan Happy Hariadi Gugat Cerai Ayah Atta Halilintar

Warnabiru.com - Happy Hariadi adalah mantan istri Anofial Asmid Halilintar yang tidak lain ayah dari Youtuber Atta Halilintar. Namanya disorot karena menggugat mantan suaminya...

KPK Menyoroti 20 Narapida Korupsi yang Mendapatkan Potongan Hukuman Penjara dari MA

Warnabiru.com - Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan sikap Mahkamah Agung (MA) yang memberikan 20 narapida korupsi potongan hukuman penjara. Hal tersebut diucapkan oleh...

Fakta Baru Kasus Pemutilasi di Kalibata, Pelaku Tidur Bersama Mayat Korban dan Pernah Diusir Dari Rumah

Warnabiru.com - Terdapat fakta baru kasus mutilasi yang mayatnya ditemukan di Lantai 16 Tower Ebony Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Rabu, 16...

Ustad Abdul Somad Dijaga Saat Ceramah di Lampung Pasca Kasus Penusukan Syekh Ali Jaber

Warnabiru.com - Dalam sebuah ceramah yang diisi oleh Ustad Abdul Somad (UAS) terlihat dirinya dijaga personil TNI. Hal tersebut dijelaskan secara langsung oleh Kabid...