Cara Berinvestasi di Reksa Dana untuk Pemula

0

Jika Anda merasa menabung di bank dapat membuat Anda kaya, maka Anda harus mengubah cara pandang tersebut. Bunga bank yang rendah dibandingkan inflasi akan membuat kekayaan Anda tergerus. Anda harus memikirkan cara berinvestasi di reksa dana agar harta Anda bertambah.

Reksa dana adalah instrumen investasi yang terdiri dari saham, surat uang, obligasi, dan deposito. Reksa dana cocok untuk pemula karena dana Anda dikelola oleh manajer investasi, atau sebuah perusahaan yang mengelola berbagai jenis investasi agar menguntungkan bagi Anda. Selain itu, Anda dapat berinvestasi dengan modal Rp100 ribu saja.

Tertarik untuk berinvestasi di reksa dana? WarnaBiru akan memaparkan beberapa hal untuk membantu Anda memutuskan produk yang tepat.

1. Tentukan tujuan investasi Anda

Anda harus mengetahui tujuan investasi Anda dengan menganalisis kebutuhan Anda. Misalnya biaya pendidikan anak, biaya menikah, membayar uang muka rumah, hingga biaya pensiun.

Ini akan menentukan produk reksa dana yang diambil. Jika Anda memiliki tujuan investasi jangka pendek, maka pilih produk reksa dana yang memberikan keuntungan jika Anda menjualnya dalam waktu dekat.

2. Pilih produk yang sesuai dengan profil risiko

Seorang investor memiliki 3 profil risiko, yaitu konservatif, moderat, dan agresif. Tipe konservatif mewakili investor yang menghindari risiko, memilih investasi yang aman, dan tidak ingin modal awal berkurang. Tipe moderat mau menerima fluktuasi jangka pendek dan mengharapkan keuntungan lebih tinggi dari inflasi. Tipe agresif mewakili investor yang berani mengambil risiko dan siap rugi.

Semakin tinggi risikonya, semakin tinggi hasil yang diharapkan. Namun jika Anda adalah pemula di investasi reksa dana, maka mengambil produk reksa dana yang rendah risiko adalah pilihan yang tepat.

3. Pilih jenis reksa dana yang tepat bagi Anda

Terdapat 4 jenis reksa dana yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham. Reksa dana pasar uang cocok untuk Anda yang memiliki tujuan investasi jangka pendek dan reksa dana saham tepat bagi Anda yang memiliki tujuan investasi jangka panjang.

Bagi pemula dengan profil risiko konservatif, Anda bisa memilih reksa dana pasar uang. Jika Anda sudah mengerti cara kerja reksa dana, Anda bisa mencoba reksa dana dengan risiko yang lebih besar.

4. Memilih manajer investasi

Cara berinvestasi di reksa dana adalah memilih manajer investasi atau perusahaan profesional yang mengelola investasi Anda. Perusahaan ini bertujuan agar investor mencapai target investasi yang menguntungkan.

Anda bisa memilih manajer investasi dengan pertimbangan setidaknya sudah 5 tahun beroperasi, memiliki kinerja yang konsisten, dan memiliki rekam jejak yang bagus.

Selain itu, pilih manajer investasi yang transparan dengan biaya pembelian, penarikan, dan pengelolaan reksa dana. Anda akan mengetahui berapa besar biaya yang dikeluarkan.

Hal penting lainnya adalah pastikan manajer investasi tersebut dinyatakan aman oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Anda bisa mengetahui daftar manajer investasi di situs OJK.

5. Lihat kinerja produk reksa dana

Jika Anda telah memilih manajer investasi, telah memilih jenis reksa dana yang diinginkan, dan mengetahui produk yang akan dibeli, maka perhatikan kinerja produk tersebut berdasarkan pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB), return, dan risiko.

Pilih produk reksa dana yang data historisnya bagus dan hanya mengalami kerugian kecil dalam lima tahun terakhir. Ini tandanya manajer investasi andal dalam mengelola produk tersebut.

Sebuah produk reksa dana dapat dikatakan memiliki kinerja yang baik jika memiliki kenaikan di atas persentasi kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Informasi kinerja produk reksa dana dapat dilihat di fund fact sheet yang berisi informasi risiko, informasi portofolio, informasi dana kelolaan, informasi harga, dan kinerja reksa dana dalam waktu 1 bulan, 3 bulan, year to date (dari awal tahun sampai hari ini), 1 tahun, 2 tahun, dan sejak penerbitan. Lembaran ini bisa Anda unduh di website manajer investasi yang mengelolanya.

Meski demikian, melihat data historis kinerja reksa dana tidak menjadi kepastian di masa depan. Ini bertujuan untuk jadi pertimbangan Anda untuk memilih produk reksa dana.

6. Pilih tempat membeli reksa dana yang memudahkan Anda

Anda bisa membeli reksa dana langsung di manajer investasi. Sayangnya, cara ini memiliki kekurangan yaitu manajer investasi memiliki fokus bisnis pada pengelolaan investasi saja, sehingga mereka belum memiliki pelayanan pelanggan yang baik.

Cara lain yang paling mudah adalah membeli di agen penjual seperti bank. Setiap bank bekerja sama dengan manajer investasi yang berbeda-beda. Pastikan Anda menyesuaikan produk reksa dana yang diinginkan dengan ketersediaan yang ada di bank tersebut.

7. Disiplin menyisihkan uang

Anda dapat membeli reksa dana dengan auto debet. Auto debet adalah bank akan melakukan penarikan otomatis dari rekening Anda setiap bulannya. Cara lainnya adalah Anda membeli di saat-saat tertentu saja.

Apapun pilihan cara membeli Anda, pastikan untuk selalu disiplin menyisihkan uang agar tujuan investasi Anda tercapai. Anda bisa menyisihkan gaji di awal bulan atau menghabiskan bonus atau Tunjangan Hari Raya untuk membeli reksa dana.

Cara berinvestasi di reksa dana sangat tepat untuk Anda dengan modal kecil, tidak mempunyai banyak waktu, serta belum memiliki kemampuan menghitung risiko investasi Anda.

 

Tinggalkan Balasan