AJI Surabaya Rilis Data Pekerja Media Terinfeksi COVID-19, Tiga Meninggal Dunia

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com – Menurut Aliansi Jurnalis Indoneisa (AJI) Surabaya, lebih dari 50 pekerja media di Surabaya, Jawa Timur, telah dites positif COVID-19. Data menunjukkan tiga orang meninggal karena penyakit ini.

“Sejauh ini 57 pekerja media telah dinyatakan positif menggunakan COVID-19 melalui tes PCR. Kami juga menemukan enam orang yang hasil tes cepatnya reaktif,” kata ketua AJI Surabaya Miftah Faridl, Selasa (14/7).

Dia mengatakan bahwa 54 dari 57 kasus adalah karyawan dari penyiar radio nasional cabang Surabaya Radio Republik Indonesia (RRI).

Menurut Faridl, manajemen RRI telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Surabaya untuk melakukan tes PCR pada ratusan karyawan RRI pada 26 Juni. Namun, karena mereka belum menerima hasil setelah beberapa waktu, manajemen memutuskan untuk meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk melakukan putaran pengujian PCR pada 6 Juli.

Dia mengatakan bahwa hasil BNPB keluar pada 7 Juli, dengan semua karyawan RRI Surabaya negatif.

BACA JUGA: Beberapa Sekolah Sudah Memulai Tahun Ajaran Baru

“Namun, pada 11 Juli, Dinas Kesehatan Surabaya merilis hasil tes PCR dan 54 orang dinyatakan positif untuk COVID-19,” kata Faridl, menambahkan bahwa hanya dua dari 54 karyawan telah dirawat di rumah sakit.

Karena hasil yang berbeda dari tes PCR, manajemen RRI melakukan tes ketiga pada hari Senin.

Menurut Faridl, ada tiga faktor pendukung di balik begitu banyak jurnalis dan pekerja media di Surabaya yang mengontrak COVID-19.

“Pertama, banyak wartawan gagal mengikuti protokol kesehatan dan terus menghadiri acara atau konferensi pers yang mengabaikan protokol,” katanya. “Mereka harus memboikot acara seperti itu, tetapi pada kenyataannya, hal seperti itu belum pernah terjadi di Surabaya.”

Yang kedua adalah keinginan para pejabat publik untuk mempublikasikan kegiatan mereka dalam acara-acara seremonial besar.

“Seorang pejabat, misalnya, mengundang lusinan jurnalis dan ratusan supir ojek berbasis aplikasi untuk distribusi bantuan sosialnya,” kata Faridl, menggambarkan peristiwa seperti itu tidak perlu.

Yang ketiga, jelasnya, adalah keengganan perusahaan media untuk melindungi kesehatan karyawan mereka.

“Ketika seorang pejabat mengadakan konferensi pers yang tidak mematuhi protokol kesehatan, banyak perusahaan media tidak menghalangi wartawan mereka untuk menghadiri acara tersebut. Sebaliknya, mereka menuntut wartawan mereka melaporkannya bahkan jika itu membahayakan kesehatan mereka, ” katanya.

Sejak akhir Mei, Jawa Timur telah muncul sebagai episentrum baru dari wabah COVID-19 di Indonesia, mencatat 16.877 kasus yang dikonfirmasi pada hari Senin, hampir setengahnya berada di Surabaya.

Hampir tanpa disadari, sekitar awal Mei, virus corona merayap masuk ke sebuah rumah di episentrum COVID-19 Indonesia yang baru muncul di Surabaya dan menjerat empat anggota keluarga yang tinggal di sana.

Ayah keluarga, 68, meninggal pada pagi hari 30 Mei sebelum diuji, kurang dari sehari setelah ia dirawat di ruang isolasi di rumah sakit Surabaya bersama dengan istrinya yang berusia 61 tahun.

Kemudian pada hari itu, di rumah sakit yang berbeda, ahli bedah mengoperasi putri tertua pasangan itu untuk mengeluarkan anak yang belum lahir, yang jantungnya berhenti berdetak. Wanita yang kehilangan anaknya telah dites positif COVID-19 dan telah menggunakan ventilator selama berhari-hari sebelum operasi.

BACA JUGA: WHO Rilis Data Turunnya Akses Obat HIV di Tengah Krisis COVID-19

Di pagi hari tanggal 31 Mei, beberapa jam setelah penguburan ayah keluarga dan anak yang belum lahir, yang hanya dapat disaksikan oleh keluarga yang berduka dari dalam mobil mereka, anak perempuan tertua meninggal.

Putri bungsu memohon perawat agar membiarkannya melihat saudara perempuannya yang sudah meninggal, yang berusia 34 tahun yang telah menikah selama dua tahun, melalui video call.

Pada tanggal 2 Juni, ibu dari keluarga itu meninggal sebelum dia diuji, satu jam setelah dia memberi tahu putri bungsunya melalui telepon bahwa dia tidak bisa lagi bernafas. Dia meninggal tanpa menyadari bahwa putri sulungnya telah meninggal sebelum dia.

Berita Terkait

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Jenasah Reaktif Covid-19 Dikubur Masih Menggunakan Daster

Warnabiru.com - Sebuah foto jenasah viral di media sosial. Pasalnya foto jenasah reaktif Covid-19 itu terlihat menggunakan daster dengan posisi sudah di dalam peti...

Digitalisasi Pendidikan Tinggi akibat Pandemi COVID-19

Kira-kira dalam sepuluh tahun terakhir, dunia pendidikan tinggi di Indonesia disibukan dengan apa yang disebut dengan revolusi industri 4.0. Perguruan tinggi diharuskan bisa memanfaatkan...

Klaster Penyebaran Covid-19 di Indonesia Makin Menghawatirkan

Warnabiru.com - Secapa AD yang terletak di Kota Bandung tengah menjadi sorotan karena menjadi kluster penyebaran Virus Corona. Hal ini berawal dari perwira siswa...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Terkait Pelaporannya Hadi Pranoto Siap Gugat Balik Muannas Alaidi Sebesar 10 Miliar Dollar AS

Warnabiru.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas dugaan penyebaran berita bohong pasca...

Soal Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik

Warnabiru.com - Pelaku fetish kain jarik secara resmi ditangkap pihak kepolisian. GAN ditangkap di rumahnya yang terletak di Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten...

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Berita Pilihan

Metha Penjual Rumah yang Siap Dinikahi Pembelinya Bila Jodoh

Metha Kanzul (30) tengah viral karena dia menjual rumahnya yang berada di daerah Mesu, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Sekaligus siap dinikahi pembelinya. Wanita...

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Pelaku Order Fiktif Paket Parabola dan Pisang Satu Truk di Kendal Ditangkap

Warnabiru.com - Polisi berhasil menangkap pelaku order fiktif kepada korban yang bernama Titik (20). Perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu...

Setelah 12 Tahun Akhirnya Kedok TNI Gadungan Terbongkar di Medan

Warnabiru.com - Aksi TNI gadungan berinisial M (50) asal Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya terhenti. Setelah seorang petugas Babinsa...