2024, BP Tapera Akan Kelola Rp60 T Fokuskan Lembaga Pemerintah

Baca juga

Keuntungan menjadi anggota VIP danarupiah

Warnabiru.com – Pengguna aplikasi danarupiah pasti tidak asing lagi dengan istilah anggota VIP danarupiah yang bisa dimukan didasbor aplikasi...

10 Penyedia Pinjaman Online Dan KTA Tanpa Kartu Kredit Dengan Proses Termudah

Warnabiru.com - Pusing dengan rumitnya syarat pengajuan KTA ke bank? Jangan khawatir karena masih banyak pilihan alternatif yang bisa...

Pengenalan Marketplace Dan Toko Online Bagi Pemula

Toko Online adalah media yang memudahkan orang untuk membeli dan menjual barang tanpa harus bertemu atau bertemu muka karena...

Warnabiru.com – Badan pengelola program tabungan perumahan umum (BP Tapera) memperkirakan bahwa mereka akan mengumpulkan dan mengelola Rp60 triliun pada tahun 2024, sebagian besar untuk mendanai perumahan bagi orang-orang yang bekerja untuk lembaga pemerintah.

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto menegaskan kembali bahwa pada tahap awal hingga 2024, BP Tapera hanya akan mendaftarkan karyawan lembaga pemerintah sebagai peserta program tabungan perumahan, yang mengharuskan pengusaha dan pekerja untuk berkontribusi pada skema pinjaman hipotek mirip dengan asuransi kesehatan universal.

Program ini diharapkan memiliki 13,1 juta peserta terdaftar pada tahun 2024, yang akan terdiri dari pegawai negeri, pegawai perusahaan milik negara dan milik daerah, personel Militer Indonesia (TNI), dan personel Polisi Nasional (Polri).

“Berdasarkan proyeksi kami, kami bisa mengumpulkan dana jangka panjang Rp60 triliun,” kata Adi saat dengar pendapat dengan Komisi V DPR.

Pemerintah telah menetapkan tujuan untuk meningkatkan tingkat kepemilikan rumah menjadi 70 persen, dari 56,7 persen saat ini, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Ini adalah bagian dari strategi pemerintah untuk menyelesaikan simpanan perumahan, yang mencapai 7,6 juta pada tahun 2014.

BACA JUGA: Pakar Hukum: Jaga Independensi, Seleksi Penyelenggara Pemilu Perlu Perbaikan

Sementara pemerintah Indonesia memiliki program “1 juta rumah” yang sudah ada, yang telah menyumbangkan 4,8 juta rumah sejak didirikan pada tahun 2015 hingga 2019, ia telah berjuang untuk melanjutkan pendanaan program.

Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan, pemerintah akan membutuhkan Rp 557 triliun untuk menyelesaikan jaminan perumahan selama lima tahun ke depan. Pendanaan Tapera diharapkan untuk membiayai pengembangan 500.000 rumah selama lima tahun ke depan.

Namun, Tapera mendapat reaksi keras dari pengusaha dan serikat pekerja karena program ini dianggap membebani.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 25/2020 tentang Tapera, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Mei, keanggotaan untuk program ini wajib untuk semua pekerja.

Peraturan tersebut mensyaratkan para peserta untuk membayar setoran bulanan sebesar 3 persen dari gaji bulanan karyawan, yang dibagi antara perusahaan dan karyawan untuk pekerja sektor swasta, dengan karyawan membayar 2,5 persen dan perusahaan membayar 0,5 persen.

Adi menegaskan kembali bahwa perusahaan swasta dikecualikan dari pendaftaran wajib untuk tujuh tahun ke depan dan bahwa BP Tapera hanya akan fokus pada pekerja lembaga pemerintah sebelum batas waktu. Dia menambahkan bahwa pemerintah telah mengadakan diskusi dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani.

“Kami sepakat untuk fokus pada pendaftaran pegawai negeri, anggota TNI dan Polri,” kata Adi.

BP Tapera akan menggantikan Dewan Penasihat Tabungan Perumahan untuk Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS), dengan yang terakhir diperkirakan akan menyerahkan asetnya sebesar Rp 12,3 triliun kepada yang sebelumnya.

Bapertarum-PNS memiliki total 6,7 juta peserta, baik pegawai negeri sipil aktif dan pensiunan. BP Tapera akan fokus pada pengelolaan transfer peserta dari Bapertaperum-PNS hingga 2021, yang menurut Adi akan berjumlah 4,2 juta peserta pada tahun ini.

BACA JUGA: WHO Rilis Data Turunnya Akses Obat HIV di Tengah Krisis COVID-19

Pemerintah telah menyuntikkan Rp 2,5 triliun ke BP Tapera sejauh ini untuk pengeluaran operasional lembaga.

“Kami sedang dalam proses likuidasi aset Bapertarum-PNS, dan akan mencairkan aset yang dilikuidasi badan tersebut kepada pegawai negeri sipil yang aktif,” kata Adi.

Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan pada awal Juni bahwa pemerintah harus memanfaatkan program jaminan sosial yang ada, Badan Jaminan Sosial Pekerja (BPJS Ketenagakerjaan), yang sudah memiliki dasar hukum untuk membantu mendanai kepemilikan rumah.

“Kami sudah memiliki tunjangan hari tua [JHT] yang termasuk dalam BPJS Ketenagakerjaan yang dapat digunakan untuk membeli rumah. Mengapa kita membutuhkan program lain yang mengharuskan kita membayar lebih banyak lagi, padahal kita sudah memiliki program serupa?” kata Hariyadi dalam sebuah wawancara.

Berita Terkait

Wisata Taman Impian Jaya Ancol, Sensasi Yang Tak Terlupakan!

WARNABIRU.com - Sebuah objek wisata khas Jakarta yang harus anda kunjungi ketika berkunjung ke kota Jakarta adalah Taman Impian Jaya Ancol.Taman Impian Jaya Ancol...

Dunia Fantasi Ancol

WARNABIRU.com - Mungkin tempat wisata ini sudah tidak asing lagi di telinga sobat Jakarta. Tempat wisata ini merupakan tempat yang populer dan sangat rugi...

MRT Jakarta Percepat Proyek Pembangunan di Tiga Titik

Warnabiru.com - Sebagai ibu kota yang terkenal di seluruh dunia karena masalah lalu lintasnya, Jakarta telah berupaya mengalihkan perkembangannya ke model mobilitas perkotaan yang...

Kasus COVID-19 di Jakarta Belum Melambat Meskipun Faskes Ditingkatkan

Warnabiru.com - Munculnya kasus COVID-19 baru di Jakarta, pusat wabah nasional pertama, tidak menunjukkan tanda-tanda melambat meskipun ada klaim bahwa ibukota jauh lebih siap...

APA PENDAPAT ANDA

Silahkan masukan komentar
Masukan nama Anda disini

Berita Terbaru

Terkait Pelaporannya Hadi Pranoto Siap Gugat Balik Muannas Alaidi Sebesar 10 Miliar Dollar AS

Warnabiru.com - Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidi melaporkan Anji dan Hadi Pranoto atas dugaan penyebaran berita bohong pasca...

Soal Penangkapan Pelaku Fetish Kain Jarik

Warnabiru.com - Pelaku fetish kain jarik secara resmi ditangkap pihak kepolisian. GAN ditangkap di rumahnya yang terletak di Kelurahan Selat Dalam, Kecamatan Selat, Kabupaten...

Pelaku Perusakan Mobil BNN Saat Penangkapan Bandar Narkoba Ditetapkan Sebagai Tersangka

Warnabiru.com - Polresta Deliserdang secara resmi menetapkan tersangka perusakan mobil BNN Kabupaten Deliserdang yang berusaha menangkap bandar narkoba di Dusun III Rugemuk, Kecamatan Pantai...

Pemerintah Akan Salurkan Bantuan Karyawan Rp 600.000 Perbulan, Penerima Harus Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Warnabiru.com - Lewat Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Tohir, menyatakan pemerintah akan memberi bantuan karyawan swasta yang bergaji dibawah...

Dituduh Pelakor dan Hampir Ditelanjangi, Seorang Wanita Lapor Polisi

Warnabiru.com - Beberapa waktu lalu viral video seorang oknum anggota DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah digerebek istri sahnya saat berduaan dengan wanita lain dalam...

Berita Pilihan

Metha Penjual Rumah yang Siap Dinikahi Pembelinya Bila Jodoh

Metha Kanzul (30) tengah viral karena dia menjual rumahnya yang berada di daerah Mesu, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung. Sekaligus siap dinikahi pembelinya. Wanita...

Video Anji dan Hadi Pranoto Tentang Covid-19 yang Menghebohkan

Warnabiru.com - Channel Youtube Dunia Manji tengah menjadi perbincangan. Pasalnya chanel Youtube milik Anji seorang musisi ini menampilkan obrolan Anji dengan Hadi Pranoto seorang yang...

Pelaku Order Fiktif Paket Parabola dan Pisang Satu Truk di Kendal Ditangkap

Warnabiru.com - Polisi berhasil menangkap pelaku order fiktif kepada korban yang bernama Titik (20). Perempuan asal Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, itu...

Setelah 12 Tahun Akhirnya Kedok TNI Gadungan Terbongkar di Medan

Warnabiru.com - Aksi TNI gadungan berinisial M (50) asal Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, akhirnya terhenti. Setelah seorang petugas Babinsa...